Wabup Klungkung Kasta Apresiasi Panitia MQK

marching band MII klk

 

Sentralbali.com-Musabaqah Qiro’atil Kutub (MQK) atau lebih dikenal dengan lomba baca kitab kuning klasik se-Bali berlangsung di Klungkung.

Wakil Bupati Klungkung Made Kasta yang hadir dalam pembukaan MQK di Pesentren Diponogoro, Jalan Gajah Mada Klungkung menyambut baik tradisi ini terus berlanjut. “Saya sangat apreasiasi kepada Panitia. Klungkung yang kota kecil mampu membuat evant seperti ini,”ujarnya.

Lomba MQK melibatkan berbagai kegiatan seremonial, diantaranya dimeriahkan dengan Marching Band MII Klungkung, juga ada Rudat yakni kesenian klasik dari Kampung Gelgel Klungkung.

Lomba ini menurut  Sekretaris Panitia Bai Dawi diikuti seluruh Kabupatan / Kota se-Bali, melombakan 13 katagori. Lomba ini mencari wakil Bali yang akan dikirim ke tingkat nasional di Jambi mendatang.

Peserta MQK sebanyak 24 orang putra dan putri dan debat bahasa arab dan inggris 6 orang. Ini merupaka MQK ke-5 dan yang kedua kalinya di gelar di Klungkung. MQK pertama berlangsung di Denpasar, kemudian di Tabanan, Klungkung, dan Buleleng.

Kegiatan ini merupakan tiga tahun sekali. “Ini beda dengan MTQ. Kalau MQK adalah lomba baca kitab kuning Klasik, sementara MTQ adalah seni membaca Alquran,” ujarnya. Adapun katagori yang dilombakan diantaranya  Akhlaq, Siroh, Figih, Hadits, Tafsir dan debat bahasa inggris.

Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan kitab kuning atau kitab tradisional agar tetap lestari. Kitab kuning merupakan kitab khusus menyangkut hadits dan juga memuat tentang sejarah Nabi.

Menurut Bai Dawi rata-rata pesantren tradisional maupun modern di Indonesia menggunakan kitab Kuning sebagai rujukan. Hanya saja untuk pondok pesentren modern sudah melakukan dengan dikombinasi.

Adapun latar belakang dari kegiatan ini karena pesantren merupakan pendidikan tertua produk lokal Bangsa Indonesia sehingga harus dilestarikan. Belakangan ini pesantren malah berkembang terus dan jumlahnya terus bertambah.

Tidak hanya jumlah yang bertambah tampilan pesantren juga semakin modern, dari segi bagunan dan segi pengelolaan. “Dulunya yang di kelola para Kiai sekarang sudah di kelola Yayasan,” ujar Ketua Panitia Drs H Syamsul Bahri.

Sementara itu peserta yang tampil dalam lomba ini sebenyak 171 orang. Dari Klungkung 24 orang, Buleleng 26 orang, Tabanan 27 orang, Denpasar 10 orang, Badung 6, Gianyar 10 dan Bangli mengutus 6 orang.

Kegiatan ini dibuka Kepala Kantor Departemen Agama Provinsi Bali AA Gde Mulyawan. Berharap MQK ini mampu memberikan kontribusi buat pembanguna Bali khususnya SDM santri yang potensial.

Tim Putra Criket PON Bali Jamu Tim Sumbar
Minggu, 29 November 2020
Sentralbali.com - Cabang olahraga yang lolos PON mulai membuka diri untuk menerima ajakan latihan bersama atau ujicoba. Boleh jadi  Pertandingan persahabatan itu yang pertama dilakukan cabor yang lolos PON  yakni oleh tim putra criket Bali menjamu tim Sumatera Barat (Sumbar) di... Read More...
IMAGE Golf Tidak Beraksi di PON Papua
Minggu, 22 November 2020
        Perjuangan PB. PGI Sudah Mentok Sentralbali.com - Cabang golf dipastikan tidak dipertandingkan pada hajatan multi event olahraga di Papua tahun 2021 mendatang. Penegasan itu disampaikan Sekjen PB PGI Antony Chandra pada Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) Persatuan... Read More...
IMAGE RRI Denpasar dan Kemkominfo Galang Persatuan di Kalangan Generasi Muda
Rabu, 29 Mei 2019
    Sentralbali.com -   Sebagai generasi penerus, generasi muda mempunyai peranan super penting membangun semangat persatuan pasca pemilu 2019. Dua hal penting yang perlu dilakukan oleh generasi muda, menghembuskan hal positif dan generasi muda menjadi pertahanan dalam arti... Read More...
IMAGE Lomba Fashion Show PAUD Meriahkan BEE III
Rabu, 13 Juni 2018
    Sentralbali.com – Serangkaian Buleleng Education Expo III Tahun 2018, Sebanyak 50 Peserta dari Anak Usia Dini menunjukkan kebolehannya lewat Lomba Fashion Show Pakaian Adat Ke pura, Selasa ( 12/6/2018) di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja. Lomba Fashion show Anak Usia Dini... Read More...
IMAGE Puluhan Anak Usia Dini Perankan Pahlawan Nasional
Senin, 20 November 2017
    Sentralbali.com  – Sedikitnya 25 anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) baik di Taman Kanak Kanak (TK) maupun Kelompok Bermain (KB), unjuk kebolehan berperan sebagai pahlawan nasional, di atas panggung. Meskipun ada yang masih, kurang berani naik ke pangggung, namun... Read More...
SmartNews.Com