walkot n toni

 

 

Sentralbali.com  Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra mengaku sangat kecewa Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali XIII/2017 di Gianyar tidak menjunjung sportivitas tinggi, bahkan yang miris lagi dana APBD yang dialokasikan untuk Porprov dipermainkan.

“Denpasar sudah mengalokasikan dana untuk cabang olahraga senam dan taekwondo, justru kedua cabor itu tidak bisa tampil pada multi event olahraga dua tahunan kasta olahraga tertinggi di pulau dewata,”tegas Rai Mantra, usai memberi bonus dan membubarkan kontingen Porprov Bali di kediamannya, Kamis (9/11/2017).

Bila saja kedua cabang olahraga tersebut dipertandingan, peluang besar Denpasar menggeser Badung sebagai juara umum, karena hanya selesih 9 medali emas. Namun dirinya juga merespon baik perjuangan duta olahraga Denpasar yang pada Porprov lalu mampu menambah medali emas, pada Porprov Bali XII015 di Buleleng memperoleh 125 emas, maka di Porprov Bali XIII/2017 meningkat 3 emas menjadi 128 emas. Ini bukti riil hasil pembinaan. Jika disebut keberhasilan maka kontingen harus menambah medali emas.

Lebih lanjut dikatakan, komunitas olahraga khususnya KONI Bali harus mempunyai peran terdepan untuk membangun sportivitas tinggi ditanamkan terutama kepada calon tuan rumah Porprov. Kalau memungkinkan, KONI Bali menetapkan cabang olahraga mandatory atau wajib dipertandingan, sehingga tidak mudah mencoret atau mengurangi cabang olahraga yang sudah pernah dipertandingkan. Hal ini penting menjadi perhatian supaya Porprov Bali XIV di Tabanan 2019 benar-benar mengedepankan sporitivitas untuk kepentingan Bali, bukan kepentingan Kabupaten/ kota.

Meski raihan medali kontingen Denpasar meningkat pada Porprov Bali XIII/2017, tapi perlu kerja keras untuk mengejar capaian sasaran yang terus tertunda yakni juara umum Porprov Bali. Hal yang harus dilakukan oleh KONI Denpasar dan jajarannya adalah jangan memelihara kelemahan, atau jangan masuk permasalah yang sama, harus bangkit dan berbenah.

“Harus ada upaya perbaikan, tidak hanya KONI Denpasar, tapi juga para pelatih dan pelakunya atau atlet. Misalnya kenapa tidak mendapat emas, hanya kebagian medali perak atau  perunggu, harusnya dicari tahu penyebabnya,” pinta Walikota Rai Mantra.

Hal lain disebutkan Rai Mantra tentang masalah organisasi taekwondo, KONI Denpasar harus aktif memfasilitas dualisme kepengurusan agar menjadi satu kekuatan untuk menuju juara umum Porprov Bali XIV di Tabanan 2019.

“Jangan dibiarkan harus ada campur tangan KONI Denpasar. Silahkan dualisme taekwondo diselesaikan secara internal, tapi KONI Denpasar juga mempunyai kewajiban supaya agar tidak lagi disibukkan dengan permasalahan, dan harus fokus pembinaan menuju prestasi,” ujarnya.

walkot porprov

 

 

 

Ketua Umum KONI Kota Denpasar Ida Bagus Toni Astawa mengatakan di Porprov Bali kontingen Denpasar meraih 128 emas, 116 perak dan 107 medali perunggu. Sedangkan atlet yang memperoleh medali emas sebanyak 301 orang, perak 257 orang dan medali perunggu sebanyak 323 atlet, serta ditopang pelatih 157 orang. Kemudian bonus medali emas perorangan sebesar Rp45 juta, ganda Rp25 juta, beregu 3 orang 20 juta dan beregu lebih dari tiga orang Rp15 juta.

Untuk bonus perak perorangan Rp12 juta, ganda Rp7 juta dan beregu sebesar Rp6 juta. Selanjutnya bonus medali perunggu perorangan Rp6 juta, ganda Rp4 juta dan beregu Rp3 juta. Pemkot Denpasar juga memberi bonus kepada pelatih yang cabornya sebagai juara umum, sebesar Rp35 juta, untuk runner up Rp15 juta dan juara III Rp10 juta.

“Khusus untuk bonus medali emas naik Rp10 juta dibanding bonus sama dua tahun lalu. Pemkot Denpasar sengaja memberi bonus medali emas jauh lebih besar agar para atlet berlomba-lomba merebut medali emas,” kilahnya.

 

SmartNews.Com