Ngeri Persiapan Porprov Bali di Gianyar

porprov buleleng

 

 

 

Sentralbali.com Kurang lebih satu bulan setengah gelaran Porprov Bali akan berlangsung di Kabupaten Gianyar. Namun hingga kini perbainkn tempat-tempat pertandingan belum rampung. Bahkan tim pengawas KONI Bali juga tidak berani menjelaskan secara gamblang tingkat kesiapan KONI Gianyar, belum lagi soal perlengkap cabang olahraga.

Jika dihitung mundur event tersebut tinggal sebulan 17 hari. Sudahkan Kabupaten Gianyar siap dengan segala keperluan untuk menyambut peserta dari 8 kabupaten/ kota di Bali. Tentunya itu merupakan pertanyaan besar yang sulit dijawab sekalipun KONI Bali sebagai penanggung jawab.

Kalau pun KONI menjawab, hanya sebatas jawaban klise yang sulit dipertanggungjawabkan, apalagi Ketua Panwas Porprov Marioto Subekti hanya tersebut ketika ditanya tingkat persiapan Porprov Bali di Gianyar. Porprov Bali di Gianyar yang memasuki ke-13 harusnya lebih baik dari seluruh kegiatan sebelumnya. Bila mengacu pada agenda sama di kabupaten lainnya, kontrol terhadap tuan rumah dari media terus mengalir, karena waktu itu KONI Bali memfasilitas media dalam hal kunjungan ke lapangan.

Sekarang terkesan membiarkan, kalaupun ada kunjungan ke lokasi tuan rumah, tanpa sepengetahuan media, secara internal  persiapan porprov Bali oleh KONI Bali  dan terkesan tidak mau terendus media. Bukan berarti mengada-ada, pada Porprov Bali XII/2015 di Buleleng, tuan rumah mampu mandiri tanpa keluh kesah dengan kabupaten lain khususnya menyangkut sarana dan prasarana penunjang olahraga, dengan topangan dana dari KONI Bali sekitar Rp4 miliar. Lantas kenapa Gianyar tidak bisa sementara dana yang digelontor KONI Bali lebih dari Rp5 miliar.

Lalu baikkah dengan cara demikian? Jika ditilik dari persiapan hingga sekarang yang paling menonjol adalah peminjaman alat-alat penunjang olahraga seperti matras dan sejeniskan ke KONI Buleleng, Badung dan KONI Denpasar oleh tuan rumah Porprov. Artinya  event ini sudah keluar jalur atau rohnya hilang. Salah satu dasar pelaksanaan Porprov berharap tuan rumah mempunyai atau terbangun sarana dan prasarana olahraga, diakhir porprov bisa digunakan untuk pembinaan olahraga KONI Setempat.

Jelasnya soal pinjam meminjam ini sudah pasti. Permasalahannya apakah peralatan itu bisa disiapkan sepekan sebelum Porprov berlangsung, mengingat atlet Badung, Denpasar dan Buleleng masih memerlukan untuk latihan. Tentu patut dipertanyakan  kesungguhan Kabupaten Gianyar  sebagai tuan rumah Porprov. Belum lagi tuan rumah secara marathon memasang peralatan olahraga, yang dijelaskan KONI Denpasar dan KONI Badung H-2 baru bisa diboyong ke Gianyar. Jelasnya membuat tuan rumah marathon dalam memasang peralatan, yang dikhawatirkan tergesa-gesa yang muaranya pada ketidak beresan. Jelasnya Porprov Bali sekarang indentik dengan pinjam meminjam peralatan, tidak ada unsure pengadaan untuk pembinaan atlet setempat.

Tuan rumah seperti disampaikan Ketua Harian KONI Gianyar, Made Pande Purwata peminjaman peralatan itu bentuk kebersamaan membangun olahraga di Bali. Apapun istilah yang disampaikan Pande Purwata sebagai wujud menutup-nutupi kekurangsiapan Gianyar selaku tuan rumah.

Tapi berharap dari Gianyar bisa lahir patriot olahraga yang mampu mengorbitkan prestasi Bali pada PON XX/2020. Kemudian dari segi penilaian tuan rumah masyarakat khususnya komunitas olahraga akan menilai tingkat pengawasan KONI Bali terhadap tuan rumah, dan tingkat kesungguhan kabupaten Gianyar.

 

SmartNews.Com