Soal Bonus Tergantung Pemprov dan DPRD Bali

2016 03 15 08.39.59

 

 

Sentralbali.com-Raihan prestasi pada PON XIX/Jabar telah diwujudkan oleh Kontingen PON Bali, dengan meletakkan pondasi 6 besar nasional, yang ditopang dengan 20 medali emas, 21 perak dan 35 medali perunggu. Tidak dipungkiri saatnya giliran para atlet prestasi menanti kucuran bonus hasil jerih payah selama berkiprah pada multi event olahraga empat tahunan di Jawa Barat.

 

Idealis patriot olahraga pulau dewata pantas diacungi jempol, pasalnya meski hanya iming-iming bonus Rp150 juta per keping emas khusus perorangan, daya juang mereka tak perlu diragukan. Nilai bonus tersebut jauh berbeda dengan provinsi lain, sebut saja Lampung, selain bonus Rp200 juta masih dibarengi dengan plus hadiah rumah.

 

Meski bonus atlet prestasi bagi Bali tidak ada plusnya, tapi perjuangan duta olahraga Bali sudah diwujudkan dengan hasil gemilang. Kendati terdapat plus minus hasil akhir torehan prestasi, kiprah cabor saling melengkapi. Terdapat cabang olahraga yang meleset dalam capaian medali emas, sebut saja cabang tinju, taekwondo, dan panahan, bahkan ada pula cabor yang meroket dalam raihan prestasi seperti criket.

 

Bertitik tolak hasil tersebut, kiranya tidak berlebihan kini giliran janji bonus direalisasikan. Tentu tidak semata-mata tertumpu kepada KONI Bali, karena top organisasi olahraga di pulau dewata sangat ketergantungan dengan Pemprov Bali, karena itu semua itu perlu dibarengi proses dari usulan eksekutif hingga masuk ranah persetujuaan legislative (DRPD) Bali.

 

Ketua Umum KONI Bali, Ketut Suwandi telah merinci dengan detail dana bonus dan menutupi kekurangan lainnya sehingga muncul sebesar Rp17 miliar dalam usulan pada APBD (P) Bali, dan besaran tersebut hingga kini tetap bertahan, tinggal menanti ketok palu, melalui legalitas DPRD Bali. “Tentu kami sangat berharap dana tersebut tidak berkurang,” pinta Suwandi.

 

Tradisi menunggu, apalagi menyangkut bonus diyakini membuat mereka yang berkepentingan terasa lama dan menjemukan. Tapi semua pihak harus menyadari semua itu perlu proses tidak mudah membalikkan telapan tangan. Terpenting dalam penantian ini, kesungguhan DPRD Bali mengawal besaran dana yang diusulkan oleh eksekutif untuk kucuran bonus. Seperti disampaikan Wakil Ketua DPRD Provinsi Bali, I Gusti Bagus Alit Putra, ketika berkunjung ke sekretariat PON Bali di Jawa Barat, berjanji mengawal besaran nilai dana usulan Rp17 miliar.

 

“Kami sebagai wakil rakyat akan mengawal usulan eksekutif dana tambahan untuk KONI Bali sebesar Rp17 miliar,” kata Alit Putra saat itu.

 

Tak hanya itu, Alit Putra juga merespon permintaan KONI Bali supaya menindaklanjuti produk Peraturan Daerah (Perda) keolahragaan, untuk melengkapi implementasi di daerah terkait dengan Undang-undang (UU) No. 03/2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN).

 

Jelasnya komunitas olahraga saat ini menanti kesungguhan wakil rakyat memperjuangkan hak atas jerih payah duta olahraga pulau dewata yang telah mewujudkan impian Gubernur Bali Made Mangku Pastika menjadi kenyataan menempati ranking 6 nasional. (Supriyono, Pimpred Sentralbali.com)

 

SmartNews.Com