ISM Gugat Tiga Perusahaan di Bali

billy n rani

 

 

Sentralbali.com    Kuasa Hukum PT Inter Sport Marketing (ISM) pemegang hak cipta piala dunia 2014 mempermasalahkan tiga perusahaan yang melanggar hak cipta, karena tanpa ijin kepada PT. ISM saat menayangkan piala dunia 2014. Ketiga perusahaan di Bali itu meliputi Hotel Maharani, Coco mard dan dunkink Jimbaran.

 

“Kasusnya sudah kami daftarkan ke Pengadilan Niaga Surabaya, Jawa Timur,” ucap Kuasa Hukum PT. ISM Fredrik Billy dan Rani Mangunsong, Kamis (26/10/2017) di Denpasar.

 

Menurut Billy sejak memenangkan gugatan praperadilan terhadap Polda Bali terkait dikeluarkannya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap delapan hotel yang diadukan ke Polda Bali. Kini Kuasa Hukum PT. Inter Sport Marketing  (ISM) menindaklanjuti pengusaha yang bandel tidak menuntaskan kewajibannya membayar hak siar atau hak cipta piala dunia 2014.

 

Saat ini yang sedang berjalan, Kuasa Hukum PT ISM, Fredrik Billy dan Rani Mangunsong kembali membawa persoalan ini ke ranah hukum terhadap pelanggar hak cipta yakni hotel Maharani, coco mart dan dunkink Jimbraran. ”PT ISM telah melaporkan ke ranah hukum  ketiga perusahaan tersebut, lantaran menyiarkan siaran langsung Piala Dunia 2014 tanpa ijin PT ISM sebagai satu-satunya perusahaan pemegang lisensi siaran langsung sepakbola sejagad raya tersebut.

Tiga pengusaha pelanggar hak cipta ini sedang dalam proses di Pengadilan Niaga Surabaya. Namun demikian PT. ISM tetap berharap ketiganya mempunyai itikad baik, melakukan komunikasi dengan PT ISM sebagai pemegang hak siar, dalam menuntaskan perkara ini, sehingga segala masalah yang berkaitan dengan hak siar bisa dibicarakan secara baik, tanpa harus proses ke pengadilan.

“Kami tetap memberi kesempatan kepada mereka untuk melakukan komunikasi, supaya kasus ini tidak berlanjut,” ucap Rani Mangunsong, yang menambahkan PT ISM terus berlanjut membawa ke proses hukum, bagi pelanggar hak cipta Piala Dunia 2014.

 

SmartNews.Com