KONI Denpasar Tak Mau Ketergantungan dengan Cabor TI

gus toni ib

 

 

 

Sentralbali.com   Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Denpasar Ida Bagus Toni Astawa tetap membidik juara umum pada multi event olahraga dua tahunan di Tabanan atau Porprov Bali tahun 2019, tapi tidak ketergantungan dengan cabang taekwondo.

Penegasan itu disampaikan Ida Bagus Toni Astawa kepada awak media, Selasa (6/2/2018) usai pembukaan Walikota Cup IX/2018 di GOR Lila Bhuana Denpasar.

Alasan mendasar cabang taekwondo di Denpasar masih dualisme kepengurusan, dan keduanya hingga kini belum memperlihatkan tanda-tanda yang baik untuk membangun kebesaran cabang taekwondo di Denpasar.

Sepanjang tidak ada niat untuk berdamai taekwondo pimpinan dr. Laksmi Duarsa dan pimpinan Anak Agung Suryawan, maka KONI Denpasar tidak memberi fasilitas, dan tetap tidak menyertakan ke Porprov Bali XIV/2019 di Tabanan.

“Sejatinya gampang dicerna dan tidak perlu sulit-sulit menterjemahkan dualisme kepengurusan di TI Denpasar. Bila mempunyai kemauan keduanya akan saling rangkul tidak seperti sekarang masih mengutamakan egonya masing-masing,” tegasnya.

KONI Denpasar selaku top organisasi olahraga, telah mempersiapkan dana pembinaan untuk Walikota Cup, try out dan memberi peluang kepada seluruh cabang olahraga mengusulkan atletnya memperoleh dana pembinaan. Karena Pengkot Taekwondo kondisinya seperti ini, maka tidak akan memperoleh fasilitas, dan aktivitasnya pun tidak diakui oleh KONI Denpasar.

“KONI Denpasar merasa dilangkahi. Khususnya TI pimpinan dr. Laksmi Duarsa yang tidak mendapat rekomendasi dari KONI Denpasar, tapi mendapat SK dari TI Bali. Kan prosedurnya tidak benar, harusnya melalui KONI kemudian ke Pengprov TI. Kan alurnya sama ketika Pengprov cabang olahraga untuk memperoleh SK PP harus memperoleh rekomendasi dari KONI Bali terlebih dahulu,” tegasnya.

Apakah vakumnya cabang taekwondo tidak mempengaruhi prestasi Denpasar pada Porprov mendatang? Ketum KONI Denpasar yang akrab disapa Gus Toni itu menegaskan, bahwa anggotanya sebanyak 36 cabang olahraga, kalau pun absen satu masih 35 cabang olahraga, bila pembinaan mulai sekarang dilakukan lebih baik, maka tidak menutup peluang untuk juara umum, apalagi konsitensi pembinaan di Denpasar berjalan dengan baik.

“Kami di Denpasar tidak mau ketergantungan dengan satu cabang olahraga (taekwondo,red), cabang lainnya diyakini akan berlomba-lomba memperbaiki prestasi pada Porprov Bali di Tabanan tahun 2019,” paparnya.

 

 

Menanti SK Timnas Kabaddi Asian Games 2018

maryoto1

 

 

Sentralbali.com   Kesalahan mengirim proposal pembentukan Timnas Kabaddi menyebabkan hingga kini atltet yang dipersiapkan Federasi Olahraga Kabaddi Seluruh Indonesia (Foksi) belum menerima Surat Keputusan (SK) dari Panitia Asian Games 2018.

Wakil Ketua Pengurus Besar Federasi Olahraga Kabaddi Seluruh Indonesia (PB. Foksi) Maryoto Subekti mengakui ketika pembubaran Satlak Prima proposal dibawa ke KONI Pusat, harusnya diserahkan ke Deputi IV Bidang Prestasi Kemenpora , dan sudah dilakukan, sekarang menanti SKnya.

Meski SK Timnas Kabaddi belum ditangan, Foksi tetap komit mempersiapkan 15 atlet putra-putri berlatih di GOR Lila Bhuana Denpasar, lima kali dalam sepekan. Apakah tidak khawatir dana sudah keluar kemudian batal berlaga, seperti yang pernah terjadi ketika Foksi mempersiapkan timnas Asian Beach Games. Menanggapi hal itu Maryoto Subekti tidak mempersoalkan, karena semua penuh risiko.

“Bukan hanya sekali, tercatat dua kali Foksi diciderai oleh Komite Olahraga Indonesia (KOI), diminta mempersiapkan tim, tapi setelah melalui proses panjang dan sudah terbentuk, tapi akhirnya tidak dikirim,” kata Maryoto Subekti, Selasa (23/1/2018).

Untuk Asian Games 2018, Foksi sangat optimis dipertandingkan, apalagi Indonesia sebagai tuan rumah. Karena itu kata Maryoto meski belum ber-SK, menjadi kewajiban Foksi untuk mempersiapkan tim yang berkualitas.

“Memang harus kerja dulu dan membuktikan hasilnya, biar panitia pusat (Jakarta,red) tidak memandang sebelah mata,”imbuhnya.

Ia menambahkan, Bali sejatinya patut berbangga karena di cabang olahraga Kabaddi sebagian besar para pemain putra-putri Bali, termasuk pelatih dan para ofisial. Mengingat Asian Games event yang bergengsi se-Asia, menjadi keharusan mempersiapkan atlet lebih matang. Kendati persaingan sangat berat, tapi dirinya optimis hasil yang baik akan mengikuti, bila program pelatihan dilakukan sebaik mungkin.

 

Rai Mantra Serahkan Bonus Atlet Porsenijar Kota Denpasar

penyerahan bonus

 

 

 

Sentralbali.com-Walikota Denpasar, I.B Rai Dharmawijaya Mantra, Rabu (26/10/2016) bertempat di Gedung Santi Graha menyerahkan bonus kepada sejumlah atlet dan pembina Kota Denpasar yang berhasil meraih medali emas, perak, dan perunggu pada Porsenijar Provinsi Bali, yang berlangsung 2 s/d. 9 Juni 2016.

Jumlah atlet yang berhasil meraih medali emas sebanyak 205 orang, perak 223 orang, dan perunggu 354 orang. Sementara di Cabang Seni Denpasar meraih 11 emas, 8 perak dan 5 perunggu.

Walikota Rai Mantra yang didampingi Wakil Ketua KONI Denpasar, I Nyoman Mardika serta Humas KONI Denpasar, I Dewa Gede Rai, dalam kesempatan tersebut merasa bangga serta salut kepada atlet maupun pembina yang telah mengharumkan Kota Denpasar dan berhasil mendulang medali pada ajang Porsenijar Bali.

“Mudah-mudahan hal ini menjadi spirit dari pada atlet kita untuk memberikan yang terbaik bagi dunia olahraga kita di Kota Denpasar, jangan melihat dari segi nilainya namun ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kota Denpasar kepada para atlet dan pembina yang telah berhasil mengharumkan nama Kota Denpasar,” pungkas Rai Mantra.

Kabid Pemuda dan Olah Raga Disdikpora Kota Denpasar, I Ketut Sudana, mengatakan  kontingen Kota Denpasar selalu berhasil meraih Juara Umum dalam setiap hajatan Porsenijar Tingkat Provinsi Bali.  Sementara untuk bonus yang diberikan kepada para atlet yang meraih medali emas mendapat bonus senilai Rp 1.500.000-, perak Rp 750.000, perunggu Rp 600.000, sementara  pembina memperoleh bonus  Rp 1.500.000,-  

“Kedepan kami berharap para atlet mampu mempertahankan maupun meningkatkan prestasinya sehingga bisa meraih hasil yang terbaik,” kata Sudana.  

 

Panpel Porprov Klarifikasi Pembukaan Porprov

kiri Jagrasunu pande made purwata dan alit


 

Sentralbali.com  Panpel tuan rumah Porprov Bali meliputi Ketut Jagrasunu, Pande Made Purwata dan Alit, akhirnya meluruskan seputar pembukaan Porprov Bali terkhusus Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta yang mewakili Gubernur Bali, Made Mangku Pastika pada pembukaan Porprov Bali XIII/2017 lalu, karena mis komunikasi.

Pande Purwata selaku Ketua Pelaksana Porprov Bali XIII/2017, menjelaskan, jika sejatinya hal itu hanya mis komunikasi, yang sebenarnya Wagub diberikan sambutan, namun kurang sabar menunggu.

“Skenarionya sudah jelas terpampang pada susunan acara, pak Wagub itu memberikan pidato di puncak acara. Artinya, kita sudah memberikan waktu untuk berpidato tapi tak dilakukan. Seperti rundown yang ada, pak Wagub diberikan waktu pidato sebelum menekan sirine symbol dibukanya Porprov Bali. Tapi pak Wagub langsung membuka Porprov Bali hanya menekan sirine,” jelas Pande Purwata, Senin (18/9/2017).

Informasi dimasyarakat sangat beragam, karena itu perlu penjelasan sehingga tahu permasalahan utama. Wagub sejatinya sudah diplot untuk menyampaikan pidato, yang dikaitkan dengan sendratari kolosal bertajuk Brahma Murti, karena sendratari itu ada kaitanya dengan penyulutan api Porprov, dan setelah itu baru Wagub pidato.

“Memang tidak ada salah di rundown hanya pembukaan Porprov ini berbeda dengan event-event sama sebelumnya. Untuk menerapkan perubahan mengarah ke lebih baik memang diperlukan perjuangan, ya salah satunya diterapkan pada pembukaan Porprov Bal 2017,” kilah Pande Made Purwata.

Ketua Umum KONI Bali, Ketut Jagrasunu menyanggah tidak ada pembayaran tiket masuk saat berlangsungnya pembukaan Porprov. Bila ada tiket masuk yang dikabarkan dijual Rp 30 ribu, ditegaskan tidak benar. “Bagaimana bisa menjual tiket, kan penjaganya dari pihak kepolisian dan TNI. Apalagi jelas-jelas di tiket ada tulisan gratis,” terang Jagrasunu.

Termasuk untuk jumlah kontingen yang dibatasi maksimal 200 orang itu karena lapangan rumput tidak akan menampung jumlah peserta satu kontingen lebih dari itu. “Intinya semuanya telah kami siapkan dengan matang, termasuk sudah dihelatnya gladi bersih,” pungkas Jagrasunu.

Inti dari persoalan semua ini diakui kurang melakukan komunikasi dengan pihak-pihak terkait terutama dengan KONI Bali selaku penanggung jawab Porprov Bali. “Menjadi pembelajaran bagi kami agar tidak terulang kembali pada penutupan Porprov Bali nanti,” jelasnya.

 

PPLP Bali Juara Umum Kejurnas Cabor Pencak Silat

silat pplp

 

 

 

Sentralbali.com-Kedikjayaan cabang pencak silat kalangan pelajar Bali masih diperlihatkan di level nasional. Pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) antara Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Cabor Pecak silat berlangsung di Manado Sulawesi Utara, 11-15 Oktober 2016, Bali tampil sebagai juara umum dengan meraih 3 medali emas dan 2 medali perunggu.

 

Juara dua di event ini ditempati DKI Jakarta dengan 2 emas, 5 perak dan 2 medali perunggu, disusul Jawa Barat 1 emas, dan 4 medali perunggu, dan Jambi serta Sulawesi Selatan berada diperingkat empat dan lima nasional.

 

Pelatih kepala PPLP Bali Cabang olahraga pencak silat, I Gusti Made Semarajaya, Minggu (16/10) menjelaskan, event tersebut melibatkan 36 PPLP termasuk PPLPD termasuk Sekolah Olahraga (SKO) Ragunan dan Kalimantan Timur. “Total medali yang diperebutkan 16 medali emas, Bali meraih 3 medali emas, sekaligus tampil sebagai juara umum Kejurnas PPLP,”ujar Pelatih Kepala PPLP Bali I Gusti Made Semarajaya.

 

Raihan 3 mendali emas yang diukir pesilat kalangan pelajar penghuni PPLP Bali dipersembahkan Ni Kadek Ayu Liani yang turun di kelas A putri, I Wayan Artawan kelas B putra dan Ni Kadek Diani Putri kelas F putri. Kemudian 2 medali perunggu diraih, I Gede Sukrata kelas F putra, I Gede Arua Widyantara kelas C putra.

 

Menurut Semarajaya, pesilat PPLP Bali didampingi pelatih Ketut Nuana Putra dan Kadek Satra, seluruhnya tampil di nomor laga putra-putri. Dengan hasil tersebut menjadi gambaran bahwa prospek pencak silat Bali menjanjikan di masa mendatang.

 

“Di gudangnya atlet yakni di sekolah-sekolah, Bali telah membuktikan juara umum, artinya kaderisasi pencak silat di Bali terjaga dengan baik dari semua tingkatan dari pelajar hingga umum, mengingat para pelajar ini sebagai embrio patriot olahraga yang tampil pada PON remaja mendatang,” katanya.

 

Di nomor laga, kata Semarajaya unsur sportivitasnya tinggi dibanding nomor seni dalam hal penilaian, karena itu kematangan teknik dan mental menjadi modal bagi pesilat tersebut. Ketika pesilat yang membawa pulang medali tersebut mampu menyudai rival-rivalnya dengan kemenangan mutlak. “Mereka itu dari kalangan pelajar SMP dan SMA/SMK sudah memperlihatkan kualitasnya dan asset di cabang silat untuk setiap event nasional,” jelasnya.

 

Lima Besar PPLP Cabor Silat Kejurnas Pencak Silat

No. Kontingen Emas Perak Perunggu
1. Bali 3 - 2
2. DKI Jakarta 2 5 2
3. Jawa Barat 1 - 4
4. Jambi 1 - 1
5. Sulawesi Selatan 1 - -

Sumber : Panitia Kejurnas antar PPLP

 

SmartNews.Com