IMAGE Ubud Bali, Menuju Destinasi Gastronomi Dunia
Kamis, 13 Juni 2019
      Sentralbali.com - Organisasi Pariwisata Dunia atau United Nations World Tourism Organization ( UNWTO ) akan menetapkan Desa Ubud sebagai destinasi gastronomi/kuliner standar global.  Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja Kementerian Pariwisata... Read More...
IMAGE PKB Jadi Ajang Pelestarian Seni Tradisi Yang Hampir Terlupakan
Selasa, 11 Juni 2019
    Sentralbali.com - Unjuk seni budaya rutin tahunan Bali terakbar lewat  Pesta Kesenian Bali (PKB), dalam waktu dekat  akan kembali digelar . Perhelatannya yang selalu ditunggu-tunggu oleh masyarakat, terus mendapat penyempurnaan dari Pemerintah Provinsi Bali yang disesuaikan... Read More...
IMAGE Gubernur Koster Ingin Bali Jadi Contoh Pengamalan Bhinneka Tunggal Ika
Senin, 01 April 2019
      Sentralbali.com - Gubernur Bali Wayan Koster ingin memperkuat citra Bali sebagai kawasan yang terdepan dalam pengamalan konsep Bhinneka Tunggal Ika. “Bali selama ini sudah menjadi percontohan bagi daerah lain sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi di tengah... Read More...
IMAGE Dita dan Eka Terpilih Menjadi Jegeg Bagus Buleleng 2019
Sabtu, 30 Maret 2019
  Senttalbali.com - Ni Putu Dita Larassati dan Putu Eka Saskara Adi Kusuma akhirnya berhasil meraih gelar Jegeg dan Bagus Buleleng 2019. Keduanya mampu menyisihkan 9 pasang finalis lainnya dalam Grand Final Pemilihan Jegeg Bagus Buleleng 2019 yang digelar di Gedung Kesenian Gde Manik... Read More...
IMAGE Aksi Sosial HPN 2019
Kamis, 28 Maret 2019
    PWI Serahkan Sembako ke Panti Asuhan Semara Putra Sentralbali.com - Serangkaian Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Provinsi Bali, panitia melakukan aksi sosial, mengunjungi Panti Asuhan Semara Putra, Klungkung, Kamis (28/3/2019). Pada kesempatan itu panitia menyerahkan sumbangan... Read More...

Perjuangan Patriot Bali Belum Selesai

budi1

 

 

Sentralbali.com-Pekan Olahraga Nasional ( PON ) XIX tahun 2016 di Jawa Barat akan berakhir tanggal 29 September mendatang. Dalam sisa waktu yang ada, kontingen Bali masih berpeluang mendulang medali , entah perunggu, perak bahkan medali emas. Artinya perjuangan belum selesai. Pertempuran belum usai.

Catatan positif ditorehkan kontingen dari Pulau Dewata. Setidaknya perolehan medali emas sebanyak 15 keping seperti yang diraih di PON XVIII Riau tahun 2012 sudah dalam genggaman. Bahkan untuk medali perak dan perunggu telah melebihi perolehan di Riau.

Yang lebih menggembirakan, ada Cabor yang selama keikutsertaannya dalam pesta olahraga empat tahunan belum pernah mendapat medali emas, di bumi sangkuriang ini berhasil menambang medali emas. Sebut saja cabang renang. Eva Lilian Van Linnen yang turun di nomor 50 meter gaya dada putri, berhasil mengukir sejarah dengan mempersembahkan emas bagi Bali.

Demikian juga cabang karate mencatat sejarah baru mempersembahkan emas melalui Cok Isteri Agung Sanistyarani di nomor komite 55 kilogram. Sejarah baru juga ditorehkan cabang criket untuk pertama kali berhasil meraih emas, di kategori cabang olahraga beregu.

Kita apresiasi kinerja KONI dan cabor - cabor yang berhasil meraih medali ditengah segala keterbatasan yang dialami selama persiapan dan juga sebagai bahan evaluasi bagi yang belum berhasil mempersembahkan medali bagi Bali tercinta. Hasil di Bandung setidaknya bisa menjadi tolok ukur sekaligus sebagai pintu masuk pembinaan olahraga bumi seribu pura lebih baik lagi.

Kita kutip pernyataan Ketua Umum KONI Bali Ir. Ketut Suwandi menanggapi cabor - cabor yang sering mengeluh tentang dana. Jangan cengeng, tunjukkan dulu prestasi, karena dana memang terbatas. Kalau sudah berprestasi kami tentu tidak tutup mata, demikian diungkapkan.. Seharusnya itu dipahami dan menjadi cambuk untuk meningkatkan semangat agar berprestasi kendati memang berat dengan dana terbatas.

Kini saatnya dilakukan pemetaan untuk cabor - cabor secara proporsional. Bagi cabor yang berprestasi layak mendapat apresiasi dengan dana pembinaan yang lebih dibanding cabor yang belum berprestasi. Cabor renang, karate dan criket misalnya yang baru pertama kali meraih emas di multi cabor empat tahunan ini pantas ditingkatkan dana pembinaannya agar kedepan lebih berprestasi.

Sifatnya kini bisa berjenjang. Cabor yang berprestasi bisa mengajukan dana lebih besar, dan prestasi yang diraih cabor - cabor bisa menjadi dasar bagi KONI Bali untuk mengajajukan anggaran yang memadai.

Kita berharap eksekutif dan legislatif sebagai penentu besarnya anggaran bagi KONI Bali tidak menutup mata bagi pengembangan dan pembangunan olahraga di bumi Bali. Karena untuk menggapai prestasi, tidak cukup hanya bermodalkan semangat saja, tetapi perlu sarana dan prasarana serta dana. (Budiharjo, Wartawan Senior Anggota PWI Provinsi Bali)

 

koniidulfitri
koni kab kota
SmartNews.Com