IMAGE LPP RRI Konsen Membangun Toleransi
Senin, 09 September 2019
        Sentralbali.com - Dewan Pengawas (Dewas) LPP RRI Hasto Kuncoro memastikan Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia memiliki konsen terhadap rasa toleransi yang merupakan representasi dari Pancasila. Mempertebal toleransi yang dilakukan RRI melalui... Read More...
IMAGE Ubud Bali, Menuju Destinasi Gastronomi Dunia
Kamis, 13 Juni 2019
      Sentralbali.com - Organisasi Pariwisata Dunia atau United Nations World Tourism Organization ( UNWTO ) akan menetapkan Desa Ubud sebagai destinasi gastronomi/kuliner standar global.  Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Kuliner dan Belanja Kementerian Pariwisata... Read More...
IMAGE PKB Jadi Ajang Pelestarian Seni Tradisi Yang Hampir Terlupakan
Selasa, 11 Juni 2019
    Sentralbali.com - Unjuk seni budaya rutin tahunan Bali terakbar lewat  Pesta Kesenian Bali (PKB), dalam waktu dekat  akan kembali digelar . Perhelatannya yang selalu ditunggu-tunggu oleh masyarakat, terus mendapat penyempurnaan dari Pemerintah Provinsi Bali yang disesuaikan... Read More...
IMAGE Gubernur Koster Ingin Bali Jadi Contoh Pengamalan Bhinneka Tunggal Ika
Senin, 01 April 2019
      Sentralbali.com - Gubernur Bali Wayan Koster ingin memperkuat citra Bali sebagai kawasan yang terdepan dalam pengamalan konsep Bhinneka Tunggal Ika. “Bali selama ini sudah menjadi percontohan bagi daerah lain sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi di tengah... Read More...
IMAGE Dita dan Eka Terpilih Menjadi Jegeg Bagus Buleleng 2019
Sabtu, 30 Maret 2019
  Senttalbali.com - Ni Putu Dita Larassati dan Putu Eka Saskara Adi Kusuma akhirnya berhasil meraih gelar Jegeg dan Bagus Buleleng 2019. Keduanya mampu menyisihkan 9 pasang finalis lainnya dalam Grand Final Pemilihan Jegeg Bagus Buleleng 2019 yang digelar di Gedung Kesenian Gde Manik... Read More...

LPP RRI Konsen Membangun Toleransi

hasto

 

 

 

 

Sentralbali.com - Dewan Pengawas (Dewas) LPP RRI Hasto Kuncoro memastikan Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia memiliki konsen terhadap rasa toleransi yang merupakan representasi dari Pancasila. Mempertebal toleransi yang dilakukan RRI melalui program-programnya.

 

"Toleransi menurut saya sangat Pancasila. Sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, itu juga harus menjunjung tinggi yang namanya toleransi. Sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Kalau kita tidak bertoleransi, mana ada nilai-nilai kemanusiaan dijunjung tinggi. Sila ketiga, Persatuan Indonesia. Tidak mungkin terjadi persatuan Indonesia kalau tidak ada toleransi," ungkapnya ketika menjadi pembicara pembuka pada dialog publik bertajuk "Merawat Keindonesiaan Sebagai Perekat Kebangsaan", di Denpasar, Jumat (6/9/2019).

 

Ketua Asosiasi Forum Kerukukan Umat Beragama (FKUB) Indonesia Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet pada kesempatan yang sama menegaskan, sudah tidak zamannya lagi memperdebatkan Pancasila, dan Indonesia. Pancasila sebagai dasar, dan pandangan hidup bernegara menurutnya harus diejawantahkan dalam keseharian.

 

"Kalau ada yang alergi dengan Islam, kemudian alergi dengan Kristen, alergi dengan Gereja, alergi dengan hari raya, alergi dengan Pura, alergi dengan suku bangsa yang lain, mereka bukan Indonesia," tegasnya.

peserta dialog

 

 

 

 

Sementara Dir Binmas Polda Bali Kombes Pol Komang Suartana berpandangan globalisasi dan perkembangan teknologi informasi memberikan pengaruh fundamental pada kehidupan masyarakat. Dalam skala makro, pergerakan tersebut berdampak terhadap rasa persatuan dan kesatuan bangsa.

 

Kasubdit Infokom, dan Hankam, Ditjen IKP Kementerian Komunikasi dan Informatika Dikdik Sadaka mengakui, muncul pertanyaan besar soal kiat merawat keindonesiaan diera teknologi dewasa ini. Pernyataan itu disebut relevan, mengingat era teknologi dapat berimplikasi negatif jika tidak dimanfaatkan dengan positif.

 

"Diera teknologi, kalau kita tidak bisa melakukannya dengan baik, ini akan mengganggu semua komponen. Karena alat atau media yang dipakai adalah media sosial. Tidak dalam bentuk yang fisik, tapi dalam bentuk imajinasi atau pikiran yang diubah kepada kitanya. Jadi era sekarang ini sudah banyak yang berubah," bebernya.

 

Dialog publik kerja bareng Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama LPP RRI Denpasar bertajuk "Merawat Keindonesiaan Sebagai Perekat Kebangsaan."(diah/yon)

 

koniidulfitri
koni kab kota
SmartNews.Com