IMAGE 163 Ogoh-Ogoh Di Denpasar Berebut 32 Besar
Rabu, 20 Februari 2019
    Sentralbali.com - Pendaftaran lomba ogoh-ogoh serangkaia menyambut Nyepi Caka 1941 tahun 2019 di Kota Denpasar telah berakhir. Dari pendaftaran yang telah dibuka sejak 18 Januari,  berdasarkan data dari Dinas Kebudayaan Kota Denpasar, sebanyak 163 oogoh-ogoh dari STT di empat... Read More...
IMAGE Buleleng Siap Gelar Kolaborasi Seni Budaya dengan RRT
Rabu, 20 Februari 2019
      Sentralbali.com - Di awal tahun 2019 ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng melalui Dinas Pariwisata dan Dinas Kebudayaan akan menggelar kolaborasi seni budaya Buleleng dengan kesenian Republik Rakyat Tiongkok pada Rabu 20 Pebruari 2019 di Gedung Kesenian Gde Manik... Read More...
IMAGE Nilai-Nilai Weda Bisa Memperkuat Konsep Pembangunan Bali
Sabtu, 16 Februari 2019
    Sentralbali.com -Gubernur Bali Wayan Koster berharap ajaran Weda menjadi basis untuk memperkuat konsep pembangunan Bali yang berlandaskan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.   Hal tersebut  disampaikan saat memberi sambutan dan membuka Konferensi Internasional bertema... Read More...
IMAGE Ketua Dekranasda Denpasar Beri Dukungan Kepada Warga Binaan
Kamis, 14 Februari 2019
  Sentralbali.com - Kepedulian Ketua Dekranasda Kota Denpasar, Ny. Selly Dharmawijaya Mantra kepada warga binaan di Lapas Perempuan sangatlah luar biasa. Bertepatan dengan hari jadi Lembaga Permasyarakatan Perempuan Kelas IIA Denpasar, Ny. Selly Dharmawijaya Mantra didampingi anggota... Read More...
IMAGE Rai Mantra Dukung Serial ‘Pulau Plastik’ Jadi Wahana Edukasi
Minggu, 03 Februari 2019
    Sentralbali.com – Serial ‘Pulau Plastik’ yang di gagas Gede Robby Navikula guna memberikan  pemahaman bagi masyarakat tentang bahaya plastik akhirnya tuntas dikerjakan. Beragam aktivitas masyarakat mengenai sampah dan plastik dikemas dalam sajian film yang... Read More...

Rai Mantra : Galakkan Program Subak Lestari

1 4

 

 

Sentralbali.com Pertumbuhan penduduk membawa dampak pada alih fungsi lahan di Kota Denpasar, hal ini juga berpengaruh pada bergesernya tatanan budaya agraris masyarakat. Melihat hal tersebut Pemkot Denpasar telah melakukan upaya bersinergi dengan tokoh- tokoh masyarakat adat menggalakan budaya pertanian yang juga sebagai warisan nenek moyang agar tetap terjaga di Kota Denpasar.

Penguatan Subak Lestari menjadi salah satu program Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra lewat gelaran  Lomba Lelakut, Pindekan dan Sunari melalui leading sector  Dinas Kebudayaan Kota Denpasar serangkaian HUT ke- 229 Kota Denpasar Tahun 2017. Lomba dibuka Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra, Rabu (15/2/2017) di Subak Anggabaya, Desa Pakraman Anggabaya Denpasar, yang juga dihadiri Sekda Kota Denpasar A.AN Rai Iswara, Organisasi Perangkat Daerah Pemkot Denpasar, Sabha Upadesa, serta tokoh masyarakat adat setempat.

Walikota Denpasar, I.B Rai Dharmawijaya Mantra mengatakan pergeseran seperti alih fungsi lahan dan berubahnya pola budaya agraris masyarakat merupakan sesuatu yang tak bisa dihindarkan, menanggapi fenomena ini perlu lebih digencarkan inovasi seperti Urban Farming dan pertanian Hidroponik yang tidak memerlukan lahan banyak namun mampu menghasilkan produktivitas hasil pertanian yang sesuai.

“Program Subak Lestari yang digaungkan Pemkot Denpasar, selain juga membenahi segi teknis, juga membantu petani untuk meningkatkan kreativitas dan produktivitas pertanian lewat program asuransi pertanian, serta memberikan program beasiswa bagi anak petani yang masih bersekolah,” ujar Rai Mantra.

Disamping itu dalam lomba kali ini dengan keterlibatan generasi muda dalam penguatan budaya mampu memberikan inovasi dan kreativitas yang baik. Rai Mantra juga mengharapkan lomba ini dapat dilaksanakan secara berkesinambungan lewat kemasan kreatif melibatkan sekaa teruna di banjar-banjar.

3 3

 

 

Ketua Majelis Subak Kota Denpasar, Wayan Jelantik mengatakan pelaksanaan Lomba Lelakut, Pindekan dan Sunari bertujuan untuk menumbuhkan rasa kepedulian masyarakat untuk melestarikan budaya persubakan berdasarkan konsep Tri Hita Karana di Kota Denpasar. “Disamping itu pelaksanaan Lomba Lelakut, Pindekan dan Sunari diharapkan mampu merangsang kreatifitas sekaa-sekaa subak maupun sekaa teruna yang berpartisispasi didalamnya, disamping memberikan pemahaman tentang filososfi lelakut, pindekan dan sunari” ujar Wayan Jelantik.

Ketua Tim Penilai Lomba, I Wayan Bhutuantara menjelaskan dalam Lomba Lelakut, Pindekan dan Sunari ini dinilai mulai dari proses pembuatan , bahan baku yang diwajibkan menggunakan bahan ramah lingkungan, estetika bentuk, serta kelengkapan sarana upakara yang mendukungnya. Hal ini tak terlepas dari keberadaan Lelakut, Pindekan dan Sunari sebagai bagian dari kegiatan keagamaan di Bali. Disamping itu perlu adanya pemahaman mengenai symbol dan makna yang terkandung dalam Lelakut, Pindekan, dan Sunari seperti sepasang lelakut pria wanita yang bermakna Purusa Pradana.

Kemudian keterlibatan Sekaa teruna dalam lomba ini diharapkan sebagai penyambung regenarasi antar krama subak dan generasi muda agar aktivitas persubakan di Kota Denpasar tetap terjaga kelestariannya.

 

SmartNews.Com