nox

 

 

Sentralbali.com - KONI Bali telah menetapkan 34 cabang olahraga yang dipertandingkan pada multi event olahraga dua tahunan di Gianyar, September mendatang, tapi penetapan itu baru lisan. 

Penetapan jumlah cabor menuju Porprov Bali XIII oleh sebagian besar anggota KONI Bali dinilai sangat lambat, padahal tinggal 6 bulan bila dihitung mulai bulan April. Kalau pun sudah ditetapkan, tapi masih sebatas lisan, belum berbentuk Surat Keputusan (SK).

Jika bicara organisasi, legalitas sangatlah penting sebagai pegangan menyampaikan persoalan kepada atasan maupun bawahan. KONI kabupaten/ kota se-Bali diyakini sangat memerlukan SK itu sebagai dasar bila bicara kepada bupati atau walikota. Begitu pula ketika berbicara di depan para anggota, perlu dasar yang kuat bila menjelaskan tentang cabang olahraga yang dipertandingkan, dan jumlah nomor.

Lantas kenapa KONI Bali kok lambat bertindak, sementara SK itu sangat dinanti. Sebut saja Ketua Umum KONI Klungkung, dalam menetapkan cabang olahraga masih meraba-raba, karena tidak ada dasar kuat untuk berbicara. Bukankan KONI Bali selama ini meminta kepada anggotanya mengedepankan tertib organisasi termasuk memastikan legalitas.

Apakah lambatnya penerbitan SK masuk kategori tertib organisasi? Tentu tidak. Mengingat Porprov prosesnya panjang, belum lagi entry by number, dan entry by name. Bila tidak mengetahui isi SK jumlah cabang olahraga dan nomor yang dipertandingkan, bagaimana bisa mendaftarkan entry by number?

Jelasnya KONI Bali untuk tidak lagi mengulur-ngulur SK tersebut, supaya KONI kabupaten/ kota bisa segera mengambil langkah resmi, terkait by proses Porprov Bali XIII, di Gianyar, September mendatang. (Supriyono/ Pimpred Sentralbali.com)

 

 

SmartNews.Com