Gun : Urusan Kesenangan Tak Mau Asal - Asalan

 GUN  
   Humas Klub Motox, Gun Gun, dengan motor 'Supermoto' miliknya, hasil modifikasi.  
   

Sentralbali.com - Dunia otomotif terus berkembang, apalagi peminat kendaraan roda dua ini semakin banyak bermunculan, begitu pula dalam modifikasi.

Seperti yang dialami oleh Gun Gun Permana, asal Bandung selaku Humas MotoX. Dari dulunya ia menyukai kendaraan roda dua saat berada ditempat asalnya sampai saat ia menetap di Bali, mempunyai banyak pengalaman di bidang otomotif.

Pria yang akrap dipanggil Gun ini, menuturkan sejak keluarnya motor Kawasaki KLX 150 ia berinisiatif untuk mengganti areal ban motor. Setelah itu, motor miliknya banyak dilirik oleh pecinta motor lainnya.

“Tidak sedikit yang bertanya bagaimana modifikasi motor kross menjadi ke supermoto. Sebenarnya memodifikasi Supermoto itu susah – susah gampang, yang terpenting ngejalaninnya jangan setengah – setengah,”kata Gun, di Denpasar, Senin (4/11/2013).

Alasannya memilih Supermoto? Gun mengungkapkan mengendarai kendaraan Supermoto identik menyukai hal yang extreme dan memiliki jiwa penuh tantangan baru dan ingin tampil beda.

“ Nama Supermoto, kalau kata SUPER yang berarti is the best, MOTO itu artinya motor. Jadi puncak kenikmatan itu dari Supermoto. Tidak hanya di jalan aspal, maupun di jalan berlumpur, jalan berlubang pun serta berbatuan, HAJAR wae lah..!!!!” tegasnya dengan logat sundanya.

Sedang bicara soal modifikasi motor ini?. Lagi kata dia, untuk modifikasi supermoto, contohnya teman – teman MotoX tidak fokus di penampilan saja. Namun, mengarah ke performa mesin. Jadi tidak hanya bermodalkan menampilan yang gagah, tapi mesin harus full power.

“Sekarang kan kaki – kali (areal ban) supermoto sudah pada di modif, dengan tenaga standar tidak bisa lari. Jadi harus memikirkan matang – matang saat bermodifikasi, tidak asal – asalan” ucap Gun.

Urusan anggaran , tergantung modif juga, bisa di bilang gila - gilaan. Biasanya, sambung Gun, kalau modif itu susahnya di sperpart, di Bali masih susah untuk ditemui, sangat beda dengan Jakarta. “Kalau ada sperpart tak ada duit percuma, jika dibalikkan, kalau ada duit tidak ada sperprt juga percuma. Harus sama – sama mendukung”tuturnya.

Realita, demi memiliki modif supermoto yang diinginkan harus merogoh kocek Rp70 juta itu belum ada apa – apanya. Karena dengan dana sebesar itu, tidak terlalu extreme bagi peminat supermoto.

“Kalau supermoto milik saya sudah menghabiskan duit sekitar Rp 150 juta. Memang seperti itu, kenyataan jika ingin memiliki modifikasi yang sangat extreme, sesuai keinginan,” ucapnya.

IMAGE Tekad Gecy Kejar Prestasi Sampai Tuntas
Kamis, 01 November 2018
      Pecatur Badung Angkat Nama Bali di Kejurnas 2018 Sentralbali.com – Menggaet  prestasi tidak mudah didapat, harus banyak mengorbankan aktivitas terutama masa-masa bermain. Bagi Gracelia Paramesti Samekto, mengorbankan kesenangan bermain dengan sesama teman sebaya,... Read More...
IMAGE Dari Melihat Jadi ‘Keranjingan’ Juara Ditangan
Jumat, 30 Maret 2018
      Sentralbali.com – Cerita penghantar tidur  sepertinya menjadi mujizat bagi  Putu Wahyu Arisanti  dalam menapaki perjalanan di dunia bulutangkis, begitu pula kecintaan orang tua mengajak nonton di setiap event bulutangkis menambah daya gerak untuk lebih... Read More...
IMAGE Indra Sjafri Emban Amanah Poles Timnas U-19
Sabtu, 04 Februari 2017
    Sentralbali.com - Indra Sjafri namanya tersohor seusai membawa Timnas Indonesia U-19 menjuarai ajang Piala AFF U-19. Pada partai final yang digelar 22 September 2013, tim asuhannya sukses mengalahkan Vietnam melalui adu penalty, dengan skor 7-6 setelah sebelumnya bermain imbang 0-0. ... Read More...
IMAGE Irfan Bachdim Daya Pikat Bali United
Selasa, 17 Januari 2017
    Sentralbali.com -Irfan Bachdim pemain keturunan Belanda yang pamornya mulai bersinar saat membela Timnas Indonesia di Piala AFF 2010, kini berlabuh ke tim Bali United, dan Kamis (12/1) diperkenalkan ke awak media, di Kuta. Sebelum menetapkan pilihannya di Bali United, pemilik nama... Read More...
IMAGE Kiper Wardana ‘Pulang Kampung’
Kamis, 05 Januari 2017
    Sentralbali.com-I Made 'Kadek' Wardana, Penjaga Gawang kelahiran 31 Desember 1981 di Ubud, Gianyar, mengawali kiprahnya di bawah mistar gawang mulai tahun 2004 bergabung di Persegi Gianyar. Setelah itu aksinya terus berlanjut membela Persikab Bandung dan Pelita Jaya. Terakhir Ia... Read More...
SmartNews.Com