KONI Bali Galau? Mencermati Bidikan Bali 30 Emas PON Papua

koni Bali terima penghargaan dari koni pusat

 

 

 

Sentralbali.com – Pasca gagal Bidding host PON XXI, KONI Bali mulai menatap prestasi di PON XX/2020 di Papua. Hanya saja incaran prestasi itu memperlihatkan KONI Bali semakin galau, awalnya mengincar posisi 5 besar, tapi belakangan mengubah bidikan yakni target mendapat 30 medali emas, atau naik 5 keping emas dibanding PON XIX Jabar.

Incaran 30 medali emas diyakini super berat, apalagi membidik 5 besar nasional. KONI Bali harus realistis dalam memasang target, dengan berkaca calon pesaing dan melihat pula raihan medali PON Jabar. Apalagi cabang olahraga criket yang menyumbang 2 medali emas pada PON Jabar tidak kondusif. 13 atlet yang mempunyai andil kabur ke Papua dan DKI Jakarta.

Peringkat 5 di PON Jabar ditempati oleh Kalimantan Timur, sedangkan dibawah Bali Riau dan Papua. Saat di Jabar, kontingen Papua mengumpulkan medali emas selisih 3 dengan Bali, tapi Papua pada PON XX/2020 bukan lagi seperti Papua saat beraksi di PON Jabar. Diyakini Papua mengincar posisi 4 karena untuk bersaing dengan Jabar, Jatim dan DKI sepertinya tidak mungkin.

Sasaran Papua menggeser Jawa Tengah yang menempati peringkat 4. Secara otomatis Jawa Tengah seperti kontingen lainnya berupaya menambah capaian medali dari sebelumnya, begitu pula Kalimantan Timur, yang berlimpah rupiah tidak akan tinggal diam untuk meningkatkan kepingan medali emas.

Bagaimana dengan Bali? Realitasnya adalah bersaing dengan Riau yang di Jabar dibawah satu strep dengan Bali. Peringkat 7 atau turun satu strep dengan capaian 30 medali emas dinilai ada peningkatan prestasi, karena diprediksi Jawa Tengah dan Kalimantan Timur juga berpeluang mendapat tambahan emas dengan estimasi terdapat cabor olahraga yang baru.

Memperingati HUT ke-80 KONI, sekaligus memberi penghargaan kepada 6 pelaku olahraga di Pulau Dewata, membuktikan betapa besar perhatian KONI Bali terhadap mereka-mereka yang sejak lama memberi andil terhadap kemajuan dunia olahraga. Begitu pula Ketua Umum KONI Bali Ketut Suwandi, dengan kiprahnya yang positif, oleh KONI Pusat diganjar dengan penghargaan.

Tentu tidak sekedar memberikan penghargaan,  KONI Pusat diyakini mempunyai harapan besar terhadap pelaku olahraga di tingkat provinsi, sebagai ujung tombak pembinaan menuju nasional. Jelasnya kepemimpinan Ketut Suwandi periode ke-2 semakin berat. Pertama harus mempertahankan torehan prestasi ranking 6 nasional yang diraih pada PON di Jabar. Sementara KONI Bali dihadapkan hilangnya peluang mempertahankan 2 keping medali emas dari criket, yang atletnya sudah tidak mau lagi membela Bali.

Tapi bidikan 30 medali emas itu bisa saja dicapai, sepanjang komitmen KONI Bali jelas, terkait pembinaan plus menggarap cabang olahraga gudangnya medali seperti dayung, menembak, panahan dan selam, dan cabang olahraga yang baru resmi di PON bisa memberi kontribusi medali seperti petanque, gateball dan muaythai. Sementara yang prestasi pada PON Jabar harus tetap eksis.

Pertanyaan yang sangat mendasar, mampukah KONI Bali mempertahankan pamornya minimal masuk urutan 6 besar pada PON XX/2020 di Papua.(Supriyono, Wartawan Utama / 6308-PWI/WU/DP/IX/2013/07/03/66).

 

10 Besar Peraih Medali PON XIX Jabar 2016

No. Kontingen           Emas   Perak  Perunggu

1.Jabar                         217      157      157

2.Jatim                         132      138      134

3.DKI Jakarta              132      124      118

4.Jawa Tengah              32        56        85

5.Kalimantan Timur     25        41        73

6.Bali                           20        21        35

7.Riau                          18        26        27

8.Papua                        17       19        32

9.Sumatera Utara         16       17        33

10.Yogyakarta              16        16      25

SUMBER : Panpel PON XIX/2016 Jabar

 

 

IMAGE Tekad Gecy Kejar Prestasi Sampai Tuntas
Kamis, 01 November 2018
      Pecatur Badung Angkat Nama Bali di Kejurnas 2018 Sentralbali.com – Menggaet  prestasi tidak mudah didapat, harus banyak mengorbankan aktivitas terutama masa-masa bermain. Bagi Gracelia Paramesti Samekto, mengorbankan kesenangan bermain dengan sesama teman sebaya,... Read More...
IMAGE Dari Melihat Jadi ‘Keranjingan’ Juara Ditangan
Jumat, 30 Maret 2018
      Sentralbali.com – Cerita penghantar tidur  sepertinya menjadi mujizat bagi  Putu Wahyu Arisanti  dalam menapaki perjalanan di dunia bulutangkis, begitu pula kecintaan orang tua mengajak nonton di setiap event bulutangkis menambah daya gerak untuk lebih... Read More...
IMAGE Indra Sjafri Emban Amanah Poles Timnas U-19
Sabtu, 04 Februari 2017
    Sentralbali.com - Indra Sjafri namanya tersohor seusai membawa Timnas Indonesia U-19 menjuarai ajang Piala AFF U-19. Pada partai final yang digelar 22 September 2013, tim asuhannya sukses mengalahkan Vietnam melalui adu penalty, dengan skor 7-6 setelah sebelumnya bermain imbang 0-0. ... Read More...
IMAGE Irfan Bachdim Daya Pikat Bali United
Selasa, 17 Januari 2017
    Sentralbali.com -Irfan Bachdim pemain keturunan Belanda yang pamornya mulai bersinar saat membela Timnas Indonesia di Piala AFF 2010, kini berlabuh ke tim Bali United, dan Kamis (12/1) diperkenalkan ke awak media, di Kuta. Sebelum menetapkan pilihannya di Bali United, pemilik nama... Read More...
IMAGE Kiper Wardana ‘Pulang Kampung’
Kamis, 05 Januari 2017
    Sentralbali.com-I Made 'Kadek' Wardana, Penjaga Gawang kelahiran 31 Desember 1981 di Ubud, Gianyar, mengawali kiprahnya di bawah mistar gawang mulai tahun 2004 bergabung di Persegi Gianyar. Setelah itu aksinya terus berlanjut membela Persikab Bandung dan Pelita Jaya. Terakhir Ia... Read More...
SmartNews.Com