Perjuangan Patriot Bali Belum Selesai

budi1

 

 

Sentralbali.com-Pekan Olahraga Nasional ( PON ) XIX tahun 2016 di Jawa Barat akan berakhir tanggal 29 September mendatang. Dalam sisa waktu yang ada, kontingen Bali masih berpeluang mendulang medali , entah perunggu, perak bahkan medali emas. Artinya perjuangan belum selesai. Pertempuran belum usai.

Catatan positif ditorehkan kontingen dari Pulau Dewata. Setidaknya perolehan medali emas sebanyak 15 keping seperti yang diraih di PON XVIII Riau tahun 2012 sudah dalam genggaman. Bahkan untuk medali perak dan perunggu telah melebihi perolehan di Riau.

Yang lebih menggembirakan, ada Cabor yang selama keikutsertaannya dalam pesta olahraga empat tahunan belum pernah mendapat medali emas, di bumi sangkuriang ini berhasil menambang medali emas. Sebut saja cabang renang. Eva Lilian Van Linnen yang turun di nomor 50 meter gaya dada putri, berhasil mengukir sejarah dengan mempersembahkan emas bagi Bali.

Demikian juga cabang karate mencatat sejarah baru mempersembahkan emas melalui Cok Isteri Agung Sanistyarani di nomor komite 55 kilogram. Sejarah baru juga ditorehkan cabang criket untuk pertama kali berhasil meraih emas, di kategori cabang olahraga beregu.

Kita apresiasi kinerja KONI dan cabor - cabor yang berhasil meraih medali ditengah segala keterbatasan yang dialami selama persiapan dan juga sebagai bahan evaluasi bagi yang belum berhasil mempersembahkan medali bagi Bali tercinta. Hasil di Bandung setidaknya bisa menjadi tolok ukur sekaligus sebagai pintu masuk pembinaan olahraga bumi seribu pura lebih baik lagi.

Kita kutip pernyataan Ketua Umum KONI Bali Ir. Ketut Suwandi menanggapi cabor - cabor yang sering mengeluh tentang dana. Jangan cengeng, tunjukkan dulu prestasi, karena dana memang terbatas. Kalau sudah berprestasi kami tentu tidak tutup mata, demikian diungkapkan.. Seharusnya itu dipahami dan menjadi cambuk untuk meningkatkan semangat agar berprestasi kendati memang berat dengan dana terbatas.

Kini saatnya dilakukan pemetaan untuk cabor - cabor secara proporsional. Bagi cabor yang berprestasi layak mendapat apresiasi dengan dana pembinaan yang lebih dibanding cabor yang belum berprestasi. Cabor renang, karate dan criket misalnya yang baru pertama kali meraih emas di multi cabor empat tahunan ini pantas ditingkatkan dana pembinaannya agar kedepan lebih berprestasi.

Sifatnya kini bisa berjenjang. Cabor yang berprestasi bisa mengajukan dana lebih besar, dan prestasi yang diraih cabor - cabor bisa menjadi dasar bagi KONI Bali untuk mengajajukan anggaran yang memadai.

Kita berharap eksekutif dan legislatif sebagai penentu besarnya anggaran bagi KONI Bali tidak menutup mata bagi pengembangan dan pembangunan olahraga di bumi Bali. Karena untuk menggapai prestasi, tidak cukup hanya bermodalkan semangat saja, tetapi perlu sarana dan prasarana serta dana. (Budiharjo, Wartawan Senior Anggota PWI Provinsi Bali)

 

IMAGE Tekad Gecy Kejar Prestasi Sampai Tuntas
Kamis, 01 November 2018
      Pecatur Badung Angkat Nama Bali di Kejurnas 2018 Sentralbali.com – Menggaet  prestasi tidak mudah didapat, harus banyak mengorbankan aktivitas terutama masa-masa bermain. Bagi Gracelia Paramesti Samekto, mengorbankan kesenangan bermain dengan sesama teman sebaya,... Read More...
IMAGE Dari Melihat Jadi ‘Keranjingan’ Juara Ditangan
Jumat, 30 Maret 2018
      Sentralbali.com – Cerita penghantar tidur  sepertinya menjadi mujizat bagi  Putu Wahyu Arisanti  dalam menapaki perjalanan di dunia bulutangkis, begitu pula kecintaan orang tua mengajak nonton di setiap event bulutangkis menambah daya gerak untuk lebih... Read More...
IMAGE Indra Sjafri Emban Amanah Poles Timnas U-19
Sabtu, 04 Februari 2017
    Sentralbali.com - Indra Sjafri namanya tersohor seusai membawa Timnas Indonesia U-19 menjuarai ajang Piala AFF U-19. Pada partai final yang digelar 22 September 2013, tim asuhannya sukses mengalahkan Vietnam melalui adu penalty, dengan skor 7-6 setelah sebelumnya bermain imbang 0-0. ... Read More...
IMAGE Irfan Bachdim Daya Pikat Bali United
Selasa, 17 Januari 2017
    Sentralbali.com -Irfan Bachdim pemain keturunan Belanda yang pamornya mulai bersinar saat membela Timnas Indonesia di Piala AFF 2010, kini berlabuh ke tim Bali United, dan Kamis (12/1) diperkenalkan ke awak media, di Kuta. Sebelum menetapkan pilihannya di Bali United, pemilik nama... Read More...
IMAGE Kiper Wardana ‘Pulang Kampung’
Kamis, 05 Januari 2017
    Sentralbali.com-I Made 'Kadek' Wardana, Penjaga Gawang kelahiran 31 Desember 1981 di Ubud, Gianyar, mengawali kiprahnya di bawah mistar gawang mulai tahun 2004 bergabung di Persegi Gianyar. Setelah itu aksinya terus berlanjut membela Persikab Bandung dan Pelita Jaya. Terakhir Ia... Read More...
SmartNews.Com