Tekad Gecy Kejar Prestasi Sampai Tuntas

gecy ok

 

 

 

Pecatur Badung Angkat Nama Bali di Kejurnas 2018

Sentralbali.com Menggaet  prestasi tidak mudah didapat, harus banyak mengorbankan aktivitas terutama masa-masa bermain. Bagi Gracelia Paramesti Samekto, mengorbankan kesenangan bermain dengan sesama teman sebaya, sudah menjadi tradisi, demi capaian prestasi.

Gracelia Paramesthi Samekto, atau yang akrab disapa Gecy pantas disebut pelapis pecatur Bali yang bisa diharapkan prestasinya di masa mendatang, bahkan juga tumpuan merah putih. Pelajar yang kini duduk dibangku SMAN 1 Kuta Utara Badung, ketika usianya 14 tahun sudah menyandang gelar Masternasional Wanita (MNW). Pasca memperoleh gelar  MNW, putri semata wayang Handoko Budi Samekto dan Ruth Mangontan  tersebut tidak pernah henti mendalami cabang olahraga asah otak, karena tuntutan menuju prestasi lebih baik.

“Dari kecil saya sudah bergulat dengan buah bidak dan papan catur, kini tinggal pendalaman dan belajar terus belajar, demi cita-cita, apalagi bermain catur banyak permainan yang harus dikuasai, terlebih hanya olahraga catur, pemainnya bisa bergelar, dari Master Percasi hingga Grandmaster,” kata Gecy yang kini duduk dibangku kelas XI, jurusan IPA, SMAN 1 Kuta Utara.

Kepada Sentralbali.com, Gecy mengaku tidak mudah untuk melunakkan persaingan di level nasional, tapi tekad sudah bulat dan tidak ada pilihan olahraga yang lain  kecuali untuk olahraga asah otak. Bahkan Gecy menyebut tiada hari tanpa melangkahkan bidak-bidah catur. Harus cerdas membagi waktu untuk mendalami olahraga catur,  belajar dan bermain.

“Harus rela dan iklas meninggalkan masa-masa bermain dengan teman sebaya, tapi bukan berarti tidak punya teman. Bersahabat wajib, tapi tidak leluasa seperti rekan-rekan seumurnya. Namun bila dilakoni dengan iklas, tidak ada soal dan sudah terbiasa,” kilahnya.

Gecy  kelahiran  Denpasar 18 Mei 2002, kini sudah mencatatkan prestasi lokal dan nasional, dan sempat pula mewakili merah putih di level Asean. Prestasi terakhir  atau teranyar yang ditorehkan yakni  Kejurnas Catur 2018 yang berlangsung di Banda Aceh, bulan Oktober 2018. menggenggam juara 1, mengalahkan rival  terberatnya Evi Yuliana dari Kaltim.

Tak main-main dalam pertemuan 3 kali Evi menang 2 kali dan Gecy pecatur Badung yang diproyeksikan tampil pada Porprov Bali mendatang, mampu belajar dari kekalahan sebelumnya dan pertemuan ketiga mengalahkan Evi Yuliana yang menyandang status juara dunia Junior di Brasil.

“Tidak ada strategi khusus, prinsip saya fokus dalam permainan, dan terbukti mampu mengakhiri permainan dengan kemenangan. Atas doa masyarakat Bali, akhirnya saya bisa mempersembahkan medali emas, atau medali semata wayang yang dibawa Bali dari Kejurnas Catur 2018,” jelasnya.

Puaskah Gecy dengan hasil ini, menurutnya masih panjang  tantangan untuk mengukir prestasi lebih tinggi disamping keinginannya untuk menggaet gelar dari Masternasional menuju level yang lebih tinggi master fide , master internasional bahkan grandmaster. Kerja keras dan doa diyakini akan memperoleh pahala setimpal, semoga perjuangan Gecy membuahkan hasil positif, dan menjadi contoh bagi pelapisnya.(yon/nox)

 

IMAGE Tekad Gecy Kejar Prestasi Sampai Tuntas
Kamis, 01 November 2018
      Pecatur Badung Angkat Nama Bali di Kejurnas 2018 Sentralbali.com – Menggaet  prestasi tidak mudah didapat, harus banyak mengorbankan aktivitas terutama masa-masa bermain. Bagi Gracelia Paramesti Samekto, mengorbankan kesenangan bermain dengan sesama teman sebaya,... Read More...
IMAGE Dari Melihat Jadi ‘Keranjingan’ Juara Ditangan
Jumat, 30 Maret 2018
      Sentralbali.com – Cerita penghantar tidur  sepertinya menjadi mujizat bagi  Putu Wahyu Arisanti  dalam menapaki perjalanan di dunia bulutangkis, begitu pula kecintaan orang tua mengajak nonton di setiap event bulutangkis menambah daya gerak untuk lebih... Read More...
IMAGE Indra Sjafri Emban Amanah Poles Timnas U-19
Sabtu, 04 Februari 2017
    Sentralbali.com - Indra Sjafri namanya tersohor seusai membawa Timnas Indonesia U-19 menjuarai ajang Piala AFF U-19. Pada partai final yang digelar 22 September 2013, tim asuhannya sukses mengalahkan Vietnam melalui adu penalty, dengan skor 7-6 setelah sebelumnya bermain imbang 0-0. ... Read More...
IMAGE Irfan Bachdim Daya Pikat Bali United
Selasa, 17 Januari 2017
    Sentralbali.com -Irfan Bachdim pemain keturunan Belanda yang pamornya mulai bersinar saat membela Timnas Indonesia di Piala AFF 2010, kini berlabuh ke tim Bali United, dan Kamis (12/1) diperkenalkan ke awak media, di Kuta. Sebelum menetapkan pilihannya di Bali United, pemilik nama... Read More...
IMAGE Kiper Wardana ‘Pulang Kampung’
Kamis, 05 Januari 2017
    Sentralbali.com-I Made 'Kadek' Wardana, Penjaga Gawang kelahiran 31 Desember 1981 di Ubud, Gianyar, mengawali kiprahnya di bawah mistar gawang mulai tahun 2004 bergabung di Persegi Gianyar. Setelah itu aksinya terus berlanjut membela Persikab Bandung dan Pelita Jaya. Terakhir Ia... Read More...
SmartNews.Com