Ikadin Bersama Anak Telantar

ikadin

 

Sentralbali.com-Keberadaan Lentera Anak Bali (LAB) yang selama ini menaungi anak-anak yang sengaja ditelantarkan oleh orang tuanya nampaknya belum banyak diketahui. Para pengurus susah payah mendidik mereka agar tidak lagi kembali kejalan untuk meminta-minta. Nah karena tersentuh dengan kondisi itu, DPC Ikadin (Ikatan Advokat Indonesia) Denpasar menyambangi mereka. Ada harapan yang menarik, terhadap Wakil Bupati Karangasem Sukerena yang diminta ikut bertangungjawab. Karena menurut salah satu pengurus anak-anak ini rata-rata berasal dari Karangasem dan satu kampung dengan Sukerena.

Dalam acara, Minggu (6/7/2014), sekitar 40 anak dibawah naungan LAB dikumpulkan. Kemudian Ketua LAB dr Sri Wahyuni menjelaskan, bahwa 40 anak ini rata – rata anak dari tukang suwun, pengemis dan lainnya. Yang pasti mereka selama ini mengemis. Bahkan kerap sampai tertangkap Satpol PP di Kuta. “Kami sebenarnya gagal, karena mereka ada 4 menikah muda, beberapa waktu lalu,” kata Sri dihadapan jajaran Ikadin yang dipimpin oleh Budi Adnyana.

Sri Wahyuni juga mengatakan, bahwa anak – anak ini dari Karangasem. Bahkan dari dua desa, yaitu Munti Gunung dan Kubu yang tidak lain adalah desa dari wakil Bupati Karangasem. Karena itu jajaran LAB sempat mendesak Sukerena dengan mendatangi ke Karangasem untuk meminta agar ada langkah – langkah jelas atas mereka. “Jawabannya

Dipaparkan juga apa yang membuat anak – anak ini rawan posisinya. Yang pertama memang secara mental, mereka hanya berpikir uang. Sempat ibu – ibunya dibantu kompor, buat kue sampai dicarikan pembeli namun tidak betah. Sempat juga diminta jadi buruh cuci, juga tidak betah. “Satu ibu misalnya mengkoordinir 9 anak, untuk mengemis. Satu anak dapat Rp 50 ribu saja, sehari mereka dapat Rp 450 ribu, ini yang membuat mereka tidak betah,” imbuhnya." Kadang ada yang tanpa orang tua, atau bapaknya di kampung Karangasem tajen,” urainya.

Bahaya paling berat adalah sasaran dari para pedofilia, sudah banyak terbukti para bule membidik mereka.“Anehnya di Imigrasi malah lolos, ini bukti Imigrasi masih banyak mafia. Ketika dekat dengan bule itu, malah diberikan fasilitas diluar aturan. Jadi mereka sangat rawan, bahkan terhadap HIV,” kata dokter Sri.

Atas harapan – harapan ini Ikadin siap menjembatani. Misalnya untuk aspirasi ke Wakil Bupati Karangasem dan Imigrasi. “Bisa saja nanti kami lakukan pertemuan, kami memfasilitasi namun LAB tetap menyampaikan masalah – masalah. Termasuk dengan Imigrasi, ini untuk anak Bali yang harus diselamatkan,” kata pengacara Budi Adnyana. Dia juga mengatakan, rencana awal ingin ke Panti Asuhan, namun ada masukan bahwa ada pola yang masih perlu perhatian dibawah naungan LAB.

Tim Putra Criket PON Bali Jamu Tim Sumbar
Minggu, 29 November 2020
Sentralbali.com - Cabang olahraga yang lolos PON mulai membuka diri untuk menerima ajakan latihan bersama atau ujicoba. Boleh jadi  Pertandingan persahabatan itu yang pertama dilakukan cabor yang lolos PON  yakni oleh tim putra criket Bali menjamu tim Sumatera Barat (Sumbar) di... Read More...
IMAGE Golf Tidak Beraksi di PON Papua
Minggu, 22 November 2020
        Perjuangan PB. PGI Sudah Mentok Sentralbali.com - Cabang golf dipastikan tidak dipertandingkan pada hajatan multi event olahraga di Papua tahun 2021 mendatang. Penegasan itu disampaikan Sekjen PB PGI Antony Chandra pada Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) Persatuan... Read More...
IMAGE RRI Denpasar dan Kemkominfo Galang Persatuan di Kalangan Generasi Muda
Rabu, 29 Mei 2019
    Sentralbali.com -   Sebagai generasi penerus, generasi muda mempunyai peranan super penting membangun semangat persatuan pasca pemilu 2019. Dua hal penting yang perlu dilakukan oleh generasi muda, menghembuskan hal positif dan generasi muda menjadi pertahanan dalam arti... Read More...
IMAGE Lomba Fashion Show PAUD Meriahkan BEE III
Rabu, 13 Juni 2018
    Sentralbali.com – Serangkaian Buleleng Education Expo III Tahun 2018, Sebanyak 50 Peserta dari Anak Usia Dini menunjukkan kebolehannya lewat Lomba Fashion Show Pakaian Adat Ke pura, Selasa ( 12/6/2018) di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja. Lomba Fashion show Anak Usia Dini... Read More...
IMAGE Puluhan Anak Usia Dini Perankan Pahlawan Nasional
Senin, 20 November 2017
    Sentralbali.com  – Sedikitnya 25 anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) baik di Taman Kanak Kanak (TK) maupun Kelompok Bermain (KB), unjuk kebolehan berperan sebagai pahlawan nasional, di atas panggung. Meskipun ada yang masih, kurang berani naik ke pangggung, namun... Read More...
koniidulfitri
SmartNews.Com