Pemprov Bali Jangan Memberi Harapan Kosong

gub tengah

 

 

 

Sentralbali.com –  Harapan Gubernur Bali Made Mangku Pastika terkait gelaran Pekan Olahraga Pelajar (Porjar) Bali adalah membentuk karakter kalangan atlet kalangan pelajar merupakan sasaran yang mulia. Aplikasinya  bisa menjunjung tinggi sportivitas, menghargai keberhasilan orang lain, dan terkhusus lagi mampu menerapkan disiplin tinggi, dan menggapai prestasi puncak.

Untuk kali pertama nama Pekan Olahraga Pelajar (Porjar) Bali  menjadi multi event olahraga di tahun 2017, karena yang sebelumnya disebut Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (Porsenijar) Bali. Apapun namanya Porsenijar maupun Porjar, Gubernur Bali Made Mangku Pastika berharap banyak dari kegiatan ini menghasilkan generasi muda yang berkarakter. Karakter yang melahirkan sosok yang disiplin tinggi, menjunjung sportivias dan pantang menyerah.

Sepintas harapan Gubernur Bali itu mudah dicerna, tapi diyakini sulit untuk diterapkan. Tapi paling tidak upaya mengarah pembentukan karakter itu sudah dilakukan. Tidak sekedar penantian, tapi upaya itu harus dibarengi dengan sokongan dana yang tidak sedikit. Porjar merupakan agenda tahunan yang memiliki sasaran jelas, yakni mengikuti Pekan Olahraga Wilayah (Popwil) dan selanjutnya Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas). Hasil riil seluruh provinsi di tanah air sangat merespon jenjang event itu, namun Bali pada tahun 2016 ketika Popnas 2016 berlangsung di Semarang Jawa Tengah absen atau satu-satunya provinsi yang tidak mengirim atlet kalangan pelajar ke jejang nasional.

Alasan yang disampaikan Tia Kusumawardani selaku Kadis Pendidikan dan PLT Kadis Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali, karena ada pemangkasan anggaran dari pusat. Tentu pertanyaannya adalah kenapa provinsi lain bisa, sedang Bali tidak bisa mengirim atlet. Jawaban ini yang tidak dijawab oleh Tia Kusumawardana, Jumat (2/6) usai pembukaan Porjar Bali di Stadion Ngurah Rai Denpasar. Tia hanya ngotot dengan jawaban tidak adanya anggaran. Jelasnya absennya atlet Bali menuju agenda nasional, merupakan bentuk pemangkasan  sportivitas yang telah digaungkan oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika, yang mengaku tidak tahu soal pemangkasan anggaran untuk keperluan Popnas.

Pembina cabang olahraga kalangan pelajar Ida Bagus Wibawa  mengaku prihatin atas keputusan yang diambil Dinas pendidikan Bali tidak mengirim atlet menuju jenjang nasional. Menurutnya, keputusan itu sama artinya memangkas program nasional, yang muaranya melemahkan semangat atlet dan para pembina. Berharap Pemprov Bali harus tegas terhadap regulasi olahraga kalangan pelajar. Jangan sampai Porjar hanya sebatas penjabaran rutin tahunan skala Bali, tapi tidak ada tindaklanjutnya ke tingkat nasional. Bila tahun berikutnya Bali tetap tidak mampu mengirim atlet kalangan pelajar ke tingkat nasional, akan lebih baik disampaikan lebih awal, biar tidak muncul harapan kosong.

 

IMAGE Dari Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja
Minggu, 13 Mei 2018
  Guru Berharap Bali Bisa Terapkan Satu Kurikulum Mulai Tahun Depan   Sentralbali.com – Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja pada hari Minggu (13/5/2018) menjadi tempat beberapa warga masyarakat seperti guru, mahasiswa dan warga lainnya untuk menyampaikan aspirasinya tentang berbagai... Read More...
IMAGE Puluhan Anak Usia Dini Perankan Pahlawan Nasional
Senin, 20 November 2017
    Sentralbali.com  – Sedikitnya 25 anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) baik di Taman Kanak Kanak (TK) maupun Kelompok Bermain (KB), unjuk kebolehan berperan sebagai pahlawan nasional, di atas panggung. Meskipun ada yang masih, kurang berani naik ke pangggung, namun... Read More...
IMAGE Kreatifitas Anak Rangkaian Bulfest
Jumat, 04 Agustus 2017
    Sentralbali.com –  Pemkab Buleleng melalui Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) menyelenggarakan lomba kreatifitas anak, Kamis (3/8/2017), yang dirangkaikan dengan agenda Buleleng Festival (Bulfest). Lomba yang diselenggarakan di halaman Rumah Jabatan Bupati... Read More...
IMAGE Perpustakaan Pelangi Desa Patas Waklil Bali di Nasional
Jumat, 21 Juli 2017
    Sentralbali.com – Kabupaten Buleleng melalui Perpustakaan Pelangi, Desa Patas, Kecamatan Gerokgak mewakili Bali dalam ajang Lomba Perpustakaan Umum (Desa/Kelurahan) Terbaik Tingkat Nasional. Tim Penilai dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (RI) yang dipimpin Syamsul... Read More...
IMAGE GHE Berperan Tingkatkan Kualitas SDM Perhotelan Berkelas Internasional
Selasa, 18 Juli 2017
    Sentralbali.com – Global Hospitality Expert (GHE) meluncurkan program H.E.A.D. (Hospitality Education And Development) Talk diSovereign, Tuban, Badung Senin, (17/7/2017). GHE adalah divisi Professional Hospitality Education and Development dari Sekolah Tinggi Pariwisata Bali... Read More...
SmartNews.Com