Di Bangli HIV/Aids Tercatat 272 Kasus

SMPN 2 Tembuku Duta Bangli Lomba KSPAN Provinsi Bali

penilaian

 

Sentralbali.com-Berdasarkan data epidemiologi di Kabupaten Bangli tahun 2015 hingga bulan September, tercatat 272 kasus HIV/Aids dimana 7 orang telah meninggal. Oleh karenanya sebagai komunitas yang relatif mudah dijangkau, sekolah merupakan media yang tepat sebagai ajang sosialisasi  pencegahan HIV/Aids.

Demikian dikatakan Asisten III Sekda Bangli Bagus Rai Darmayudha saat penilaian Kelompok Siswa Peduli Aids dan Narkoba (KSPAN) tingkat Provinsi Bali di SMPN 2 Tembuku, Selasa (27/10/2015). 

Lebih lanjut Rai Darmayudha menyampaikan, persoalan penyakit menular seksual khususnya Aids di Bangli walaupun masih relatif kecil jika dibandingkan dengan kabupaten lainnya di Bali, tetapi sangat penting secara dini mendapat perhatian khususnya kelompok masyarakat yang rentan terhadap prilaku seksual yang beresiko tinggi agar pekembangannya dapat ditekan.

Demikian juga dengan pemakai Narkoba, sebagian besar dari mereka adalah usia sekolah. Oleh karenannya, penting bagi kita semua untuk sedini mungkin mencegah dan menekan penyebaran HIV/Aids melalui cara apapun.

“KSPAN merupakan sarana yang tepat untuk mencegah penyalahgunaan Narkoba dan penyebaran HIV/Aids pada usia remaja”terangnya.

Lebih dalam Rai Darmayudha menjelaskan, program pencegahan HIV/Aids melalui jalur sekolah di Kabupaten Bangli telah berjalan sejak bulan September 2007. Salah satu kegiatannya adalah dengan menyelenggarakan pelatihan guru Pembina, dilanjutkan dengan pembentukan organisasi Forum Guru Pembina KSPAN Kabupaten dan dimasing-masing sekolah. Selanjutnya guru pembina bersama anak didik yang telah dilatih sebagai tutor kemudian membentuk Kelompok Siswa Peduli Aids dan Narkoba (KSPAN).

Sementara itu Ketua Tim Penilai Drs. I Wayan Nurjaya, M.Si mengatakan, berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Bali, kasus HIV dan Aids sejak ditemukan pertama kali di thun 1987 sampai dengan bulan September 2015 telah mencapai jumlah 12.516 kasus, dimana rata-rata temuan kasus mencapai 120 kasus per bulan.

Yang lebih memprihatinkan lagi menurut Nurjaya, penularannya tidak hanya terjadi pada kelompok berisiko tinggi seperti PSK, homoseks tetapi sudah menginfeksi ibu rumah tangga, remaja dan anak-anak serta balita.

Data juga menunjukkan bahwa 80 % lebih kasus HIV/Aids terdapat pada kelompok usia produktif dan seksual aktif yaitu 14-29 tahun, sedangkan pada balita sekita 3 %. Lanjut Nurjaya, mayoritas kisaran usia tersebut adalah kelompok pelajar SMP, SMA/K dan angkatan kerja. Mayoritas penularannya melalui hubungan seks beresiko, berbagi jarum suntik dan melalui ibu ke bayi.

“Kita berharap keberadaan KSPAN mampu menyadarkan semua pihak, khususnya warga sekolah untuk mencegah dan menekan perkembangan penyakit HIV/Aids,” harapnya.

Tim Putra Criket PON Bali Jamu Tim Sumbar
Minggu, 29 November 2020
Sentralbali.com - Cabang olahraga yang lolos PON mulai membuka diri untuk menerima ajakan latihan bersama atau ujicoba. Boleh jadi  Pertandingan persahabatan itu yang pertama dilakukan cabor yang lolos PON  yakni oleh tim putra criket Bali menjamu tim Sumatera Barat (Sumbar) di... Read More...
IMAGE Golf Tidak Beraksi di PON Papua
Minggu, 22 November 2020
        Perjuangan PB. PGI Sudah Mentok Sentralbali.com - Cabang golf dipastikan tidak dipertandingkan pada hajatan multi event olahraga di Papua tahun 2021 mendatang. Penegasan itu disampaikan Sekjen PB PGI Antony Chandra pada Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) Persatuan... Read More...
IMAGE RRI Denpasar dan Kemkominfo Galang Persatuan di Kalangan Generasi Muda
Rabu, 29 Mei 2019
    Sentralbali.com -   Sebagai generasi penerus, generasi muda mempunyai peranan super penting membangun semangat persatuan pasca pemilu 2019. Dua hal penting yang perlu dilakukan oleh generasi muda, menghembuskan hal positif dan generasi muda menjadi pertahanan dalam arti... Read More...
IMAGE Lomba Fashion Show PAUD Meriahkan BEE III
Rabu, 13 Juni 2018
    Sentralbali.com – Serangkaian Buleleng Education Expo III Tahun 2018, Sebanyak 50 Peserta dari Anak Usia Dini menunjukkan kebolehannya lewat Lomba Fashion Show Pakaian Adat Ke pura, Selasa ( 12/6/2018) di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja. Lomba Fashion show Anak Usia Dini... Read More...
IMAGE Puluhan Anak Usia Dini Perankan Pahlawan Nasional
Senin, 20 November 2017
    Sentralbali.com  – Sedikitnya 25 anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) baik di Taman Kanak Kanak (TK) maupun Kelompok Bermain (KB), unjuk kebolehan berperan sebagai pahlawan nasional, di atas panggung. Meskipun ada yang masih, kurang berani naik ke pangggung, namun... Read More...
koniidulfitri
SmartNews.Com