Rahasia Gali Dana Pembinaan Olahraga

djoko pekik kanan

 

 

 

 

Rakernas SIWO PWI di Yogyakarta

Sentralbali.com Sekretaris Jenderal (Sekjen) PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Pusat, Hendry Ch Bangun mengungkapkan rahasia memacu prestasi olahraga Indonesia, khususnya pada event Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang, 18 Agustus 2018.

"Mengapa olahraga kita tahun 30, 40, 50-an maju? Karena pada saat itu, pengusaha kita dari etnis China mengalokasikan dananya untuk olahraga. Mereka memiliki klub olahraga. Jadi, masih banyak uang di luar APBN yang bisa digunakan untuk kemajuan olahraga, ketuklah hati mereka," demikian papar Hendry Ch Bangun saat menyampaikan materinya pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) SIWO (Seksi Wartawan Olahraga) PWI 2018 di Hotel The Rich Jogya, Jum'at (7/6/2018).

Dalam forum yang menghadirkan Ketua KONI Yogyakarta yang juga mantan Deputi Peningkatakan Prestasi Olahraga Kemenpora, Djoko Pekik Irianto dan dipandu moderator Pemimpin Redaksi Harian Kedaulatan Rakyat (KR) Octo Lampito itu, Hendry Ch Bangun menyampaikan pengalamannya sebagai wartawan olahraga Harian Kompas.

"Saya mulai meliput olahraga pertama kali tahun 83 di Singapura, Sea Games, waktu itu kita kalah untuk pertama kali," ujarnya.

Ditambahkannya, menjadi wartawan olahraga, kalau bisa emosi kita itu terbawa. Waktu Lim Swi King terjatuh saat bermain di Kuala Lumpur dulu, kita semua menulis berita sambil menangis.

"Jangan cari informasi hanya pada waktu perlu saja, tapi bina hubungan yang baik dengan atlet dan pelatih. Karena cerita olahraga itu adalah cerita tentang hubungan," tegas calon Ketua Umum PWI Pusat itu lagi.

Hendry Ch Bangun juga mendorong agar wartawan menulis buku, apalagi wartawan olahraga. "Mahkota wartawan itu adalah buku. Maka, tulislah buku, sekecil apa pun. Kalau tidak, kita akan dikenang, pernah menjadi wartawan olahraga, itu saja,” bebernya.

Sementara itu, Djoko Pekik Irianto mengatakan pembinaan olahraga di tanah air tidak jelas, sekedar mengikuti kemauan tanpa ada acuan, padahal ada dasar yang kuat bisa diikuti dalam program dengan sasaran mendunia. Ia menegaskan acuannya dari atas yakni olympiade, berapa cabang olahraga yang dipertandingkan sejumlah itu lah yang menjadi acuan bagi pembinaan menuju prestasi.

“Logisnya demikian, cabang olahraga Olympiade, Asian Games dan SEA Games lah menjadi acuan untuk aktivitas PON, sehingga pembinaan bisa fokus,” kata Djoko Pekik.

Kemudian gagasan lain yang sedang digodok di tingkat pusat adalah, kemungkinan atlet-atlet yang sudah turun dan dapat medali di SEA Games, Asian Games, dan Olympiade tidak diperkenankan tampil diagenda PON dan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) yang merupakan agenda multi event olahraga di masing-masing provini di tanah air.

Ia menambahkan, contoh konkrit yang terjadi belakangan ini menimpa Maria Natalia Londa prestasinya anjlok, saat tampil di Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil, justru konsentrasinya beraksi pada PON di Jabar 2016. Kondisi tersebut dinilai atlet lebih mementingkan asalnya bukan Negara.

“Semuanya tahu semua soal bonus, karena atletnya tersebut bisa mendapat lebih dari satu medali emas. Ke depan perhatian atlet penghuni Pelatnas akan lebih diperhatian, sehingga mereka bisa betah,” pungkasnya.

 

IMAGE Gol Tran Vinh Phong Buyarkan Kemenangan Indonesia
Selasa, 20 November 2018
        AFF Beach Soccer Championship 2018   Sentralbali.com – Timnas Indonesia Beach Soccer atau sepakbola pantai kalah atas Vietnam pada laga perdana Piala AFF, di Stadium Bayu Suta Beach, Tanjung Benoa, Badung, Senin (19/11/2018). Timnas Indonesia sepakbola pantai... Read More...
IMAGE Timnas Singapura Rajai Seatta 2018
Selasa, 20 November 2018
      Indonesia Kebagian 2 Perunggu Sentralbali.com – Timnas Singapura berhasil memborong 5 medali emas dari 7 nomor yang diperebutkan. Raihan medali emas didapat dari nomor beregu putra, ganda campuran, ganda putra, tunggal putra dan tunggal putri. Sementara Malaysia berada... Read More...
IMAGE Timnas Indonesia vs. Vietnam
Minggu, 18 November 2018
      AFF Beach Soccer Championship 2018 Sentralbali.com – Timnas Indonesia akan menghadapi Vietnam, Senin (19/11/2018) pada laga perdana Piala AFF sepakbola pantai terpusat di Tanjung Benua, Badung, 18 hingga 24 Nopember 2018. Event itu melibatkan 5 negara, menggunakan system... Read More...
IMAGE MI Bali Pasang Target 2 Emas di PON XX
Minggu, 18 November 2018
    Sentralbali.com – Pengprov Muaythai Indonesia (MI) Bali dibawah kepemimpinan Made Nariana periode 2018-2022 membidik prestasi spekuler berupaya meletakkan dasar prestasi pada multi event olahraga empat tahunan di tanah air, yakni Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 di Papua.... Read More...
IMAGE IWbA Bali Beri mandate 22 Atlet di Kejurnas
Kamis, 15 November 2018
    Proyeksi Sukses di Pra-PON dan PON Sentralbali.com – Pengprov Indonesia Woodball Association (IWbA) Bali menarget tim Bali meraih hasil maksimal di kejurnas Woodball di Balikpapan pada 17-20 Nopember mendatang. Total atlet yang diturunkan sebanyak 22 atlet putra maupun putri.... Read More...
IMAGE FPTI Persiapkan Atlet Menuju Kejurnas di Solo
Kamis, 15 November 2018
    Sentralbali.com – Pengurus Provinsi (Pengprov) Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Bali hingga kini masih menggodok para atlet yang akan dikirim mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing 27 Nopember hingga 2 Desember mendatang di Solo Jawa Tengah. Salah satu... Read More...
IMAGE Muaythai Indonesia Buleleng Menggeliat
Kamis, 08 November 2018
  Sentralbali.com – Pengkab Muaythai Indonesia (MI) Buleleng tak mau terpaku apakah cabang olahraga ini dipertandingkan secara resmi di Porprov Bali atau hanya eksibisi. Tekadnya MI Buleleng sudah bulat membangun kualitas atlet melalui proses.   “Kami sudah diberi kepercayaan... Read More...
SmartNews.Com