Perlu 33 Tahun Kembalikan Kejayaan Lompat Tinggi Bali

I made Gede Antara Kt Gede widiana n kdek yudik saputra

 

 

 

Sentralbali.com  Tahun 1984 Ketut Gede Widiana mengagetkan komunitas lompat tinggi nasional karena prestasinya dengan lompatan setinggi 2,01 meter yang diukir di kejuaraan pelajar ASEAN di Muangthai 29 April 1984.

 

Aktivitas Ketut Gede Widiana di dunia lompat tinggi bertahan hingga tahun 1986, karena cidera yang dialami. Pasca kiprahnya itu di Bali tidak satu pun bisa menyamai rekor lompatannya tersebut.

 

Belakangan Ketut Gede Widiana turun lagi, kali ini beda status sebagai pelatih. Sebanyak 3 atlet yang dipoles secara intensif karena potensi dan talenta atlet bersangkutan diyakini bisa mengembalikan lagi kejayaan lompat tinggi Bali. Ketiga atlet itu meliputi I Made Gede Antara, Kadek Yudik Adi Saputra dan Eppy Wilantika.

 

Ketiga atlet ini telah membuktikan sebagai atlet masa depan Bali bahkan Indonesia. Bukti riil di depan mata, I Made Gede Antara sukses mengembalikan kejayaan lompat tinggi Bali, karena prestasi yang digaet pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) 6-9 Desember di Jakarta, menggenggam medali emas.

 

Tidak hanya berhak meraih medali emas, tapi I Made Gede Antara menorehkan lompatan 2,05 meter. “Sekarang di Bali sudah ada yang memecahkan rekor lompat tinggi yang saya ukir 2,01, tentu kebanggaan luar biasa atas bangkitnya kembali lompat tinggi Bali di level nasional,” kata Widiana, Kamis (7/12/2017).

 

Lompatan yang diukir Made Gede Antara, jauh beda dibanding juara dua dari Sumatera Barat atas nama Arie Dasman 1,98 meter. Bali juga memiliki pelapis yang setiap saat bisa bersaing dengan seniornya yakni Kadek Yudik Adi Saputra, di event ini kebagian medali perunggu, dengan lompatan setinggi 1,94 meter.

eggy widiana

 

 

 

Kemudian seorang atlet putri semata wayang andalan Bali Eppy Wilantika juga menyumbang medali perak. Atlet asal Badung tersebut menorehkan lompatan setinggi 1,64 meter, sedangkan juara I dari DKI Jakarta atas nama Nadia (1,72 m), dan medali perunggu atau juara III diraih atlet Jawa Tengah (1,55m).

 

Prestasi yang diraih atlet lompat tinggi Bali kata Widiana setidaknya mampu mengembalikan lagi kejayaan nomor lompat tinggi, terpenting lagi ketiganya untuk tidak cepat puas. “Saya berharap ketika atlet lompat tinggi bisa meningkatkan kualitasnya, sehingga tetap menjadi tumpuan Bali dan akan sangat luar biasa lagi bila dipercaya mengusung merah putih di tatanan yang lebih tinggi,” ujar Widiana.

 

Hasil ini juga membuktikan betapa besar potensi Bali di nomor lompat tinggi. Tentu prestasi ketiga atlet ini bisa memacu atlet lainnya untuk tidak ragu-ragu berlatih. Tidak hanya atlet dari Badung, seluruh kabupaten/ kota di Bali bisa bersama-sama berlatih di Stadion Ngurah Rai Denpasar. “Silahkan bergabung untuk membangun kebesaran lompat tinggi Bali,” jelasnya.

 

 

IMAGE Kejurnas Catur 2018, Gecy Masih Dipapan Atas
Jumat, 12 Oktober 2018
          Sentralbali.com – Pecatur Bali asal Badung Gracelia Paramesthi Samekto yang akrab disapa Gecy unggulan pertama Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur 2018 di Banda Aceh, hingga babak ke-4 masih bertahan dipapan atas atau bermain di meja satu.   Sampai... Read More...
IMAGE Denpasar Open Cabor Taekwondo Libatkan 1.200 Atlet
Jumat, 12 Oktober 2018
        Sentralbali.com – Lima provinsi memastikan mengirim taekwondoinnya ke ajang kejuaraan taekwondo Denpasar Open, 19-21 Oktober 2018 di GOR Lila Bhuana Denpasar. Ke-5 provinsi itu meliputi Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, NTB, Jawa Barat dan DKI Jakarta. Selain... Read More...
IMAGE FOPI Tabanan Gelar Coaching Clinic
Jumat, 12 Oktober 2018
      Sentralbali.com – Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) Kab. Tabanan bekerjasama dengan KONI Tabanan, menggelar Coaching Clinic dibuka Ketua Umum KONI Tabanan I Dewa Gede Ary Wirawan, bertempat di lapangan Petanque, Komplek Stadion Debes Tabanan, Bali, Kamis... Read More...
IMAGE Dari Saresehan, Prestasi Olahraga Tergantung Kemauan Pemerintah
Jumat, 12 Oktober 2018
          Sentralbali.com – Akademisi DR Budiawan mengatakan, prestasi olahraga suatu daerah tergantung “willingness” (kemauan) pemerintah, yang ada kaitannya dengan kucuran dana pembinaan. Besaran dana pembinaan yang disalurkan ke Komite Olahraga Nasional... Read More...
IMAGE HUT KONI Ditandai Pemberian Reward
Selasa, 09 Oktober 2018
      Sentralbali.com – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali akan menggelar kegiatan secara beruntun, memperingati HUT ke-80 KONI. Kegiatan itu dimulai Kamis (11/10/2018) yakni Sarasehan yang melibatkan ketua cabang olahraga anggota KONI Bali, Ketua Umum KONI... Read More...
IMAGE Empat Atlet Bali Memburu Medali di Kejurnas Catur di Aceh
Selasa, 09 Oktober 2018
    Sentralbali.com – Empat pecatur pilihan Bali, Selasa (9/10/2018) menuju Banda Aceh, mengikuti agenda Pengurus Pusat Percasi, yakni Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur, 9 hingga 16 Oktober 2018. Keempat atlet itu meliputi Gracelia Paramesthi Samekto (asal Badung) dan Nonia Andyk... Read More...
IMAGE IPSI Jembrana Jaring Pesilat Menuju Porprov Bali 2019
Selasa, 09 Oktober 2018
      Sentralbali.com – Perguruan Seni Pencak Silat (PSPS) Bhakti Negara tampil sebagai juara umum turnamen pencak silat Jimbarwana Cup ke-5 tahun 2018, setelah meraih 14 medali emas, 4 perak dan 2 medali perunggu. Posisi kedua, event yang terpusat di di Mendopo Kesari... Read More...
SmartNews.Com