Kembalikan Olahraga ke Rohnya Demi Prestasi

budi

 

Catatan Diskusi SIWO PWI - KONI BALI

Oleh : Budiharjo (Wartawan Senior Olahraga, Anggota PWI Bali)

Sentralbali.com-Porprov ke XII tahun 2015 kini tengah berlangsung di belahan utara bumi Bali di Kota Singaraja, kabupaten Buleleng. Jauh sebelum Porprov berlangsung, semua pihak sudah mempridiksi siàpa yang akan keluar sebagai juara umum. Kalau tidak kabupaten Badung ya Kota Denpasar. Bahkan ada kontingen dari kabupaten lain yang sudah pasrah dengan berkomentar, Porprov ini pestanya Badung dan Denpasar. Ibarat kompetisi sepakbola, layaknya La Liga Spanyol yang hanya milik Barcelona dan Real Madrid.

Kenapa demikian ? Jawabannya secara gamblang muncul dalam diskusi Seksi Wartawan Olahraga - SIWO PWI Bali dengan jajaran pengurus KONI Bali serta KONI kabupaten - kota ditengah berlangsugngnya pertandingan dan perlombaan Porprov ke XII tahun 2015 di Singaraja, kabupaten Buleleng, Sabtu ( 12/9/2015).

Diskusi tersebut menjadi ajang mengeluarkan isi hati yang barangkali sudah cukup lama tersimpan dàlam hati yang pangkal masalahnya adalah terjadinya banyak masalah dalam penyelenggaraan pesta olahraga dua tahunan di Bali ini. Kalau dipetakan, masalah itu diantaranya adalah perpindahan atlet baik di internal Bali maupun yang didatangakan dari luar Bali. Persaingan pemberian bonus, serta dugaan adanya pengaturan pemenang yang ujung-ujungnya pembagian bonus.

Boleh saja siapapun itu yang merasa menjadi ' tertuduh ' atau yang bertanggung jawab mengurus olahraga menyangkal dengan berbagai argumentasi. Tetapi sebaiknya tidak menutup mata dan dengan kejernihan hati dan pikiran merenungkan apa yang mencuat di ruang diskusi tersebut. Tidak ada asap kalau tidak ada api.

Artinya, walaupun belum tentu apa yang muncul itu benar semua, tetapi bisa dipastikan sebagian keluh kesan itu benar. Pembelaan hanya akan memunculkan kesan anti kritik. Kalau sudah demikian Porprov yang antara lain bertujuan evaluasi pembinaan untuk mendapatkan bibit atlet terbaik untuk jenjang yang lebih tinggi baik level nasional, bahkan internasional akan berubah menjadi adu gengsi pemerintah daerah.

Dominasi daerah tertentu menjadikan kegiatan menjadi hambar bagaikan sayur tanpa garam. Oleh karena itu keluhan sebagian besar perwakilan KONI kabupaten yang hadir memang selayaknya menjadi perhatian para pengambil kebijakan untuk memperbaiki tata kelola pembinaan olagraga di Bali. Keluhan yang paling menonjol adalah perpindahan atlet yang disebabkan disparitas jumlah bonus. Apapun aturan tentang mutasi atlet dibuat apabila jumlah bonus antar kabupaten - kota bedanya mencolok loncat pagar para atlet itu tidak akan terelakkan.

Keluhan lain tentang kreteria atlet yang boleh bertanding. Selama sama sekali tidak ada batasan, baik umur maupun prestasi. Menjadi aneh manakala atlet yang sudah sering mendapat medali di tingkat internasional bertanding di level Porprov. Begitu juga tentang umur yang bebas - bebas saja. Kondisi ini secara psikologis sangat mempengaruhi atlet - atlet muda. Sudah kalah sebelum bertanding. Tindakan tidak terpuji juga ditengarai terjadi disetiap hajatan Porprov. Lagi - lagi disebabkan perbedaan bonus. Modusnya atlet dari daerah yang bonusnya kecil mengalah dari atlet dari daerah yang bonusnya besar pada saat final dengan perjanjian bonusnya nanti dibagi dua. Kalau ini benar terjadi tentu sangat memprihatinkan.

Pertanyaannya, manakala semua keluhan itu diperbaiki, apakah prestasi olahraga di daerah tercinta ini meningkat ? Jawabannya belum tentu. Tanpa diikuti perubahan moralitas dan kembali ke filosofi atau roh olahraga, sulit rasanya olahraga kembali ke jatidirinya.

Mari kita coba membedah roh dari olahraga. Olahraga dalam kamus Inggris - Indonesia yang disusun Jhon M.Eccols dan Hassan Shadily berarti sport. Lebih lanjut muncul kata turunannya sportsmanship yang diartikan sebagai sikap sportif. Kata sportif dalam Kamus Lengkap Bahasa Indonesia Modern yang disusun Tim Bahasa Pustaka Agung Harapan diartikan sebagai secara ksatria, jujur.

Jelas sudah, dalam olahraga sudah seharusnya muncul sikap sportif, sikap ksatria. Dalam pewayangan, baik itu epos Ramayana maupun epos Mahabharata, sikap ksatria itu tidak hanya berani karena benar, tetapi juga jujur dan adil. Kalau kita aplikasikan, roh olahraga adalah keberanian yang dilandasi kejujuran dan keadilan.

Barangkali saja selama ini kita melupakan filosofi atau roh olahraga yang ternyata sangat dalam dan juga bermakna membentuk sikap mental yang sangat berguna juga untuk sektor yang lain. Semoga dari diskusi ringan diruang kecil ditengah berlangsungnya Porprov XII tahun 2015 di Kota Singaraja Kabupaten Buleleng bisa menjadi awal perubahan besar untuk mengantarkan kejayaan olahraga tidak hanya Bali, tetapi juga Indonesia. Semoga.

IMAGE Ketua Harian PCI Bali ‘Panas Dingin’
Kamis, 20 September 2018
      Disidang KONI Bali Soal 13 Atlet Criket ‘Kabur’ Sentralbali.com - Ketua Harian Pengprov Persatuan Criket Indonesia (PCI) Bali Made Erawan, Kamis (20/9/2018) harus menanggung beban sendiri menjelaskan kronologis atas ‘kaburnya’ 13 atlet di depan pengurus... Read More...
IMAGE FPTI Bali Boyong 13 Atlet ke Riau
Kamis, 20 September 2018
        Sentralbali.com - Tim Panjat Tebing Bali yang terdiri atas 13 atlet dan 7 official dilepas Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali Ketut Suwandi menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Kelompok Umur (KU) XIII FPTI 2018 Kamis, (20/9/2018). KONI Bali... Read More...
IMAGE Kebanggaan Bali Bagian Sejarah Asian Para Games 2018
Senin, 17 September 2018
        Siapkan Jalur Khusus PNS Bagi Atlet Prestasi Sentralbali.com- Gubernur Wayan Koster  mengaku bangga  karena  Bali menjadi titik pawai obor Asian Para Games 2018, Minggu (16/9/2018) di Denpasar. Petinggi Provinsi Bali itu menyatakan pawai obor Asian Para... Read More...
IMAGE 10 Atlet Difabel Bali Usung Merah Putih
Senin, 10 September 2018
      Asian Para Games 2018 di Jakarta Sentralbali.com -   Sepuluh atlet  Difabel Bali dipastikan membawa nama Indonesia di event Asian Para Games, 6 hingga 13 Oktober di  Jakarta, yang melibatkan utusan dari 41 negara. Ketua NPC Bali Nyoman Sumita... Read More...
IODI Bawa Pulang 2 Emas dan 2 Perak
Senin, 10 September 2018
Kejurnas Dansa di Medan Sumut Sentralbali.com -   Kualitas atlet Dansa semakin menjanjikan terutama untuk proyeksi kepingan medali pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX/2020 di Papua. Kualitas atlet tersebut dibuktikan para atlet dansa pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Dansa di Medan, 7... Read More...
IMAGE Jasera Hari Radio ke-73
Senin, 10 September 2018
      Perekat  Karyawan bersama Keluarga Sentralbali.com -  Jalan Sehat Radio (Jasera) merupakan salah satu agenda tahunan menjelang Hari Radio,  untuk tahun 2018, berlangsung, Minggu (9/9/2018) start dan finish di halaman RRI Denpasar, dilepas Kepsta... Read More...
IMAGE Pemkot Denpasar Beri Bonus Rp150 Juta
Selasa, 04 September 2018
            Pemkot Apresiasi Peraih Medali Asian Games 2018 Sentralbali.com – Prestasi Komang Harik Adi Putra dan Sanggoe Darma Tanjung yang mengharumkan bangsa Indonesia di Asian Games XVIII/2018, disambut hangat Pemerintah Kota Denpasar di Kantor Walikota... Read More...
SmartNews.Com