Jro Mangku Ranten, Seniman Serba Bisa

jro mangku

 

Sentralbali.com-Jro Mangku Ranten merupakan seniman tua yang sudah malang melintang dalam dunia seni. Pada masanya Ranten keliling Bali untuk melatih tari, tabuh dan sekaa drama gong.

Mangku Ranten berasal dari banjar Cempaka, satu banjar dengan Wayan Candra, mantan Bupati Klungkung.

Mencari rumah Jro Mangku Ranten di Banjar Campaka, Desa Pikat tidaklah sulit. Rumah Jro Mangku Ranten tergolong megah berlantai dua. “Saya mulai menari sejak tahun 1943,”ucapnya, saat mengawali perbincangan.

Belajar menari secara otodidak dan mengalir begitu saja. Masih ingat dalam benaknya, tarian pertama yang dikuasai adalah taru Jauk. “Saat itu saya ngayah di Pura Dalem, saat itu Ide Batara Saksi  (barong,red) mesolah,” ujarnya.

Tahun 1953 telah menguasai berbagai tari termasuk tari Topeng, dan kerap tampil di banjar Campaka, Pikat saat ada sesolahan atau Ide Batara Mesolah.

Kemudian tahun 1963 ampai 1965 sempat vakum. Tahun 63 bencala alam Gunung Agung meletus disusul aksi pembrontakan PKI yang juga berdampak sampai ke Bali membuat dirinya tidak aktif menari.

Setahun kemudian dia kembali merintis Drama Gong, selain melatih juga langsung pentas. Hanya saja Drama rintisanya tersebut dilakukan di Banjar Teuka, Ababi, Abang, Karangasem. “Namanya sekaa Drama Gong Eka Jaya Kusum, saya tampil sebagai pelawak dengan nama Koplar,” ujarnya semagat.

Perbedaan yang menonjol penari tempo dulu dengan sekarang adalah sekarang mulai lemah dalam pakem. Salah satunya untuk seledet (melirik,red) mestinya setiap gerakan tiga kali namun sekarang hanya sekali.

Dirinya juga mengkritik para pelawak sekarang yang diakui kurang paham dengan sor singgih bahasa. “Ada kesan kalau pelawak sekarang sekedar mengejar lucu…..mestinya tetap ada pakem yang harus ditaati,” ujarnya.

Contohnya dalam adegan Drama, Raja atau Patih tentunya tidak bolah atau pas diajak berbahsa kasar. “Jangan patih atau Raja malah dibilang Ci…patih memang di ketawain tetapi tidak pas,” kritik pria empat anak tersebut.

Seniman yang akrab disapa Mangku Koplar mengaku jarang mendapat perhatian dari pemerintah. Selama ini diakui Koplar memang perhatian pemerintah sangat minim terhadap seniman tua seperti dirinya.

“Saat pak Suwirta (bupati Klungkung sekarang,red) akan membangkitkan Listibya saya sempat dihubungi beliau. Diajak ikut bergabung,” akunya.

Sekarang ini Jro Mangku lebih banyak menjalankan tugasnya sebagai Balian atau pengobatan tradisional Bali yang merupakan warisan sang ayah.

IMAGE Didi Kempot ‘Goyang’ Gedung Upgris
Minggu, 21 Oktober 2018
      Konser Kebangsaan ‘Bela Indonesiaku’ Solidaritas untuk Bangsa Sentralbali.com – Pelantun tembang-tembang Jawa, Didi Kempot , Minggu (20/10) malam mampu membangkitkan penonton di Balairung Gedung Universitas PGRI Semarang (Upgris) pada gelaran Konser Kebangsaan... Read More...
IMAGE Joni Agung Duet Bareng Ita Purnamasari
Jumat, 28 September 2018
    Sentralbali.com – Para musisi menyatakan keyakinannya bahwa panggung Ardha Candra akan menampung luapan penonton pada Konser Kebangsaan malam nanti.// Rasa optimis itu disampaikan pada Jumpa Pers dengan awak media di Denpasar, Kamis (27/9/2018). Musisi yang lagi naik daun di... Read More...
IMAGE Konser Kebangsaan dari Bali Gelorakan ‘Bela Indonesiaku’
Rabu, 19 September 2018
      Sentralbali.com- Konser Kebangsaan yang diprakarsai Lembaga Penyiaran publik (LPP) RRI bersama Kementerian dan Pertahanan (Kemenhan) akan berlangsung di Denpasar, Jumat (28/9/2018) terpusat di Taman Budaya Denpasar. Bahasan persiapan penyelenggaraan Konser Kebangsaan... Read More...
IMAGE Rosalina dan Septo Mulyadi Wakil Bali Tingkat Nasional
Senin, 10 September 2018
      Juara Bintang Radio Provinsi Bali 2018 Sentralbali.com -   Gregorius Septo Mulyadi Tagur dan Putu Rosalina Adnyani, menggenggam status juara Bintang Radio 2018, setelah dipartai final mengalahkan rival-rivalnya, terpusat di  Level 21 Mall, Sabtu (8/9/2018).... Read More...
IMAGE RRI Denpasar Jaga Konsistensi Parade Band Indie
Senin, 19 Februari 2018
        Sentralbali.com – Komitmen memberi wadah kepada generai muda untuk mengembangkan kreativitas seni, khususnya musik terus dilakukan RRI Stasiun Denpasar, dan pentas Sabtu (17/2/2018) malam Gedung terbuka RRI Denpasar melibatkan 11 band. Kepsta RRI Denpasar Sophia... Read More...
SmartNews.Com