Seandainya Bali Punya Stadion Bertaraf Internasional

stadion GBLA 1

 

 

 

Sentralbali.com-Stadion Gelora Bandung Lautan Api ( GBLA ) yang berlokasi di Desa Rancanumpang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu ( 17/9/2016) malam benar - benar seperti namanya. Terang benderang dan hiruk pikuk yang ritmis bak lautan api. Ribuan atlet yang terlibat dalam Pekan Olahraga Nasional ( PON ) XIX tumpah ruah menyemarakkan hajatan Pembukaan pesta olahraga empat tahunan di tanah legenda.

Stadion yang dibangun sejak Oktober 2009 dengan menghabiskan dana Rp. 545 miliar   dengan luas tapak stadion 5,2 ha dan lanskap 16,9 ha bertaraf internasional dengan rumput jenis zoyzia matrella ( linn ) merr kelas satu standart FiFA dengan kapasitas tempat duduk 38 ribu. Bahkan bisa menampung sekitar 72 ribu orang kalau berdiri.

Penyelenggaraan PON diluar Jakarta dalam enambelas tahun terakhir selalu mengukir sejarah, setidaknya bertambahnya fasilitas olahraga seperti stadion utama untuk pembukaan dan penutupan yang bangunannya megah. Dimulai pada PON XV tahun 2000 ketika Jawa Timur bertindak selaku tuan rumah, dibangun Gelora Deltra Sidoarjo. PON XVI tahun 2004 di Sumatera Selatan dibangun Gelora Sriwijaya di Jakabaring Palembang. Begitu juga pada PON - PON berikutnya di Kalimantan Timur, Riau dan bahkan PON XIX di tanah legenda Jawa Barat ini jauh - jauh hari stadionnya telah berdiri megah. Stadion - stadion tersebut selain membanggakan juga diharapkan dapat meningkatkan prestasi.

Lalu, apakah untuk membangun stadion yang megah dan bertaraf internasional harus menunggu menjadi tuan rumah PON dulu ? Sepertinya tidak harus. Siapun akan berpendapat sarana dan prasarana menjadi salah satu variable penting selain dana dan kemauan politik untuk meningkatkan prestasi olahraga.

Ketika bersiap untuk berebut menjadi tuan rumah PON XX tahun 2020, santer terdengar Bali merencanakan membangun stadion utama sebagai tempat pembukaan dan penutupan pesta olahraga terakbar tingkat nasional ini. Bahkan lokasinyapun sudah ditentukan dikawasan Ungasan dengan areal sekitar 20 hektar.

Namun seiring dengan kekalahan Bali dalam bidding tuan rumah PON XX oleh Papua, kabar Bali akan membangun stadion utama sayup terdengar dan akhirnya lenyap ditelan waktu. Tidak peduli mau jadi tuan rumah pesta olahraga atau tidak, daerah sekaliber Bali sudah seharusnya memiliki stadion bertaraf internasional untuk melengkapi kepopuleran daerah tercinta ini dibidang pariwisata.

Keberadaan sarana dan prasarana olahraga bertaraf internasional bisa menjadi inovasi sekaligus alternatif pengembangan parisisata yang populer disebut sport tourism ( wisata olahraga ). Sudah banyak terbukti, berbagai kegiatan di Bali, baik yang bertaraf nasional maupun internasional pesertanya selalu lebih banyak bila dibanding kalau diselenggarakan ditempat lain. Bali memang memiliki daya tarik tersendiri. Bali memiliki magnet yang kalau digaraf dengan inovatif, kreatif dan profesional akan menjadi penunjang peningkatan perekonomian sekaligus kesejahteraan masyarakatnya. Termasuk inovasi menggabungkan olahraga dengan pariwisata dengan skala yang lebih luas.

Andai saja Bali memiliki stadion megah bertaraf internasional standart FIFA, bukan tidak mungkin klub - klub besar semacam Mancester United, Mancester City, Chelse, Barcelona, Real Madrid dan sebagainya akan dengan senang hati bertanding di Bali dalam tour pra musimnya. Bisa diprediksi, kalau klub - klub sepakbola besar bermain di Bali, suporter fanatiknya akan berduyun - duyun datang ke pulau seribu pura yang multi player effecnya dibidang ekonomi sudah bisa dibayangkan.

Jer Basuki Mawa Bea ( untuk menjadi lebih baik harus ada dana ), tidak bisa dipungkiri, termasuk memajukan olahraga. Olahraga, terutama sepakbola kini sudah menjadi sebuah industri. Lihat saja geliat liga - liga besar sepakbola Eropa yang peredaran uangnya luar biasa besarnya. Gaji pemain bintangnya saja miliaran rupiah setiap pekannya. Belum lagi nilai kontraknya yang kadang tidak masuk akal untuk ukuran kita. Oleh karena itu, kalau saja dana menjadi hambatan utama membangun stadion megah, seharusnya dicari terobosan menggandeng pihak swasta. Rasanya tidak sulit asal tidak berbelit - belit dan jelas sama - sama menguntungkan. Kalau sudah demikian, terbayang Barcelona melawan MU berlangsung di Bali. Gooooooooal !!!!!. (Budiharjo, Wartawan Senior Anggota PWI Provinsi Bali)

 

IMAGE Gubernur Koster Resmikan Ground Breaking
Kamis, 15 November 2018
      Pembangunan Jalan Baru Batas Kota Singaraja - Mengwitani Titik 5-6 Sentralbali.com –, Masyarakat Bali khususnya masyarakat Buleleng dalam waktu dekat menikmati proyek infrastruktur Jalan sorth-cut Singaraja-Mengwitani. Hal ini disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster pada... Read More...
IMAGE Gubernur Koster Jelaskan Rencana Pembangunan Infrastruktur Bali
Kamis, 01 November 2018
    Sentralbali.com - Gubernur Bali Wayan Koster menerima kunjungan Komisi V DPR RI di Gedung Wiswa Sabha, Kantor Gubernur Bali, Kamis (1/11/2018). Bali sebagai daerah tujuan pariwisata dunia serta tempat  penyelenggaraan  berbagai event berskala  Internasional ... Read More...
IMAGE Gubernur Koster Respon Paket Wisata Bali ‘Diobral’
Jumat, 19 Oktober 2018
    Sentralbali.com – Informasi terkait penjualan paket wisata murah oleh pelaku usaha wisata asal Tiongkok menjadi perhatian serius Gubernur Bali Wayan Koster. Ia berharap Pemerintah Tiongkok turut andil mengawasi warganya yang menjadi pelaku wisata di Pulau Dewata. Harapan itu... Read More...
IMAGE Piagam Sakenan, Satukan Komitmen untuk Bersihkan Bali dari Sampah
Selasa, 09 Oktober 2018
  Sentralbali.com – Masyarakat dan Pemerintah Daerah Bali menyatukan komitmen untuk membersihkan lingkungan dari sampah. Komitmen itu tertuang dalan Piagam Sakenan yang dideklarasikan di Wantilan Pura Sakenan, Desa Serangan, Denpasar, Selasa (9/10/2018). Gubernur Bali yang diwakili... Read More...
IMAGE Pemkab Buleleng Diganjar Penghargaan Menteri Keuangan
Selasa, 09 Oktober 2018
      Sentralbali.com –Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng meraih opini wajar Tanpa Pengecualian (WTP) keempat kalinya untuk Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) tahun 2017 serta diganjar penghargaan dari Menteri Keuangan. Piagam penghargaan tersebut diserahkan oleh... Read More...
SmartNews.Com