Jenderal Komaruddin Sebut 675 Orang Aktivitasnya Dipantau

pangdam n kepsta

 

Sentralbali.com   Hasil deteksi dini selama tahun 2016 di wilayah Kodam IX/Udayana terdapat sekitar 675 orang yang menganut paham radikalisme. Jumlah itu tersebar di Bali 50 orang, Nusa Tenggara Barat 600 dan Nusa Tenggara Timur sebanyak 25 orang. Penegasan itu disampaikan Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak, pada sesi Dialog Interaktif Hai Bali KenKen RRI Denpasar, Rabu (16/8/2017), dengan topik ‘NKRI Harga Mati’.

Dipandu reporter Ida Bagus Manuaba, dan Nana Marisi, didampingi Kepsta LPP RRI Denpasar Sophia Endang Widowati, Jenderal bintang dua itu menegaskan, jumlah tersebut yang terlihat dipermukaan, dan dikhawatirkan lebih dari itu, layaknya yang terjadi di Philipina. Karena itu informasi sekecil apapun mengenai paham radikalisme harus disikapi serius, dengan berbagai antisipasi.

TNI di wilayah Kodam IX/Udayana, kata Jenderal Komaruddin telah melakukan langkah-langkah persuasive yang dikemas dalam aksi sosial. “Saya baru 4 bulan di Kodam IX/Udayana, berbagai aktivitas sosial sudah digelar, seperti buka bersama umat muslim, tapi umat lainnya juga terlibat. Umat Hindu melakukan penertiban selama kegiatan buka puasa bersama, artinya mayoritas memberi rasa nyaman dan aman kepada minoritas, dan sebaliknya minoritas harus menghormati,” jelasnya.

Dikatakan, wilayah Kodam IX/Udayana mempunyai kekhasan sendiri, di Bali mayoritas beragama Hindu, NTB mayoritas Islam dan NTT dominasi Kristiani. Kondisi ini menurutnya merupakan kelebihan yang dimiliki dan wajib disikapi dengan baik, merangkul seluruh komponen sosial kemasyarakat, dari adat, agama maupun suku. Pendekatan yang selama ini dilakukan mendapat respons positif dari masyarat. Contohnya ketika anggota menjadi korban pengeroyokan di Jalan By pass Ngurah Rai, Pangdam langsung melakukan komunikasi dengan tokoh-tokoh masyarakat, dan tidak perlu waktu lama mereka memberi informasi kejadian tersebut termasuk para pelakunya.

pangdam n pejabar struktural

 

Terkait dengan topik dialog, NKRI Harga Mati, diartikan Jenderal Komaruddin sebagai penjabaran Pancasila sebagai dasar negara. Bila sekelompok orang/ organisasi anti NKRI atau anti Pancasila maka mereka menciderai cita-cita luhur bangsa, dan harus diluruskan. “Kita negara hukum tidak boleh main ‘Sikat’ jika organisasi tidak berlandaskan Pancasila merupakan pelanggaran yang tidak bisa diampuni, seperti organisasi Hisbut Tahrir Indonesia (HTI) dinilai tidak searah dengan Perppu No. 2 tahun 2017, tentang organisasi kemasyarakatan untuk mengatur kegiatan-kegiatan ormas yang bertentangana dan Pancasila dan UUD 1945,” bebernya.

Kemudian terkait perang terhadap narkoba, Pangdam IX/Udayana Jenderal Komaruddi menegaskan upaya yang dilakukan memberi contoh dari pada perintah. Contoh dimaksud memecat anggota yang menjadi pecandu maupun pengedar narkoba.

 

IMAGE Menteri Puan : Harus Bersinergi dalam Penanggulangan Bencana
Jumat, 23 Februari 2018
    Sentralbali.com – Tantangan penanggulangan bencana di Indonesia sepanjang 2017 sangat besar Berdasarkan data BNPB, sebanyak 2.372 kejadian bencana. Meskipun jumlah ini lebih kecil dibandingkan tahun 2016, jumlah kejadian bencana sangat tinggi.   Pada Januari 2018, BNPB... Read More...
IMAGE 1.765 Keluarga Terima Bantuan PKH
Jumat, 26 Januari 2018
    Sentralbali.com – Sebanyak 1.765 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kecamatan Banjar menerima bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) berupa Tabungan dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS). Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Wakil Bupati Buleleng, dr. I Nyoman... Read More...
IMAGE Pesan Pastika Kepada Paslon Gubernur Bali 2018-2023
Senin, 08 Januari 2018
    Sentralbali.com - Gubernur Bali, Made Mangku Pastika merangsek ditengah ribuan massa yang berkumpul didepan sekretariat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Bali, Senin (8/1/2018). Kehadiran orang nomor satu di Bali itu untuk memantau hari pertama tahapan pendaftaran bakal pasangan... Read More...
IMAGE Pemkab Buleleng Gandeng Undiksha dan Kementrian Pariwisata RI
Selasa, 31 Oktober 2017
    Sentralbali.com  – Guna mengembangkan pariwisata berkelanjutan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng menjalin kerjasama dengan Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) dan Kementrian Pariwisata (Kemenpar) RI. Kerjasama ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of... Read More...
IMAGE Keluhan Jalan Rusak Nyaris Tak Terdengar
Rabu, 16 Agustus 2017
    Sentralbali.com – Keluhan masyarakat terkait dengan jalan rusak di Kabupaten Buleleng sekarang nyaris tak terdengar, mengingat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Buleleng, telah menjalankan tugasnya sesuai program unggulan yang didasari garis kebijakan... Read More...
SmartNews.Com